Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘trupala’

“Apalah artinya sebuah nama?” adalah pertanyaan Juliet kepada pacarnya Romeo dalam sebuah dialog romantis karangan seorang sastrawan Inggris bernama William Shakespeare (1564-1616). Apakah pertanyaan seperti itu perlu dijawab? hmm… menurut gue perlu. Karena sejatinya nama itu memiliki arti.

Nama adalah atribut yang merekat kepada seseorang. Dia sebagai tanda pengenal. Dia sebagai label. Lebih dari itu, dia berupa doa kepada penyandang nama itu sendiri.

Untuk itu, secara turun temurun, orang tua kita sering mengingatkan kita untuk selalu memberi nama terbaik kepada anak atau cucu kita. Dan terbukti: tidak pernah kita menemukan orangtua memberikan nama ke anaknya semisal si bodoh, si tolol, atau si brengsek.

Justru terkadang kita memberikan nama lain saat menyapa teman satu tongkrongan sesuai kekurangan mereka. Ada yang dipanggil si tompel, si cadel, atau si pitak.

Dan gue pernah lakukan itu. Dan gue kena batunya. Ceritanya begini:

(lebih…)

Iklan

Read Full Post »

English translation

Tepat seminggu lalu dari saat note ini gue tulis, 11 Maret 2011, terjadi gempa yang dahsyat skalanya di Negara Jepang. Gempa dasar laut dengan kekuatan 8,9 skala Richter ini tidak saja menggoncang negara yang sarat dengan teknologi tinggi, namun juga menggoncang permukaan laut sekitar, untuk selanjutnya mendistribusikan kekuatan goncangan tersebut dalam bentuk gelombang tsunami. Sebuah gelombang ombak yang sama dahsyatnya dengan kuatnya gempa yang mendarat di pantai-pantai kota Sendai, Jepang dalam hitungan menit. Selanjutnya, gelombang tsunami juga merambah ke negara-negara lain termasuk sisi Utara kepulauan Indonesia bagian Timur dalam hitungan 6 jam. Apa seh tsunami?

(lebih…)

Read Full Post »

English translation

Minggu ini beberapa organisai Islam di Indonesia ramai mengusulkan agar beberapa Masjid memperbaiki arah Kiblat-nya. Well, apa sih itu Kiblat? Dan kenapa arahnya harus diperbaiki?

Kiblat adalah kata Arab yang merujuk arah yang dituju saat seorang Muslim mendirikan sholat. Pada mulanya, kiblat mengarah ke Yerusalem, Palestina. Adalah Nabi Muhammad SAW — nabi agama Islam yang gue yakini — dan para sahabat Beliau, awalnya shalat dengan menghadap Baitul Maqdis di Yerusalem. Namun pada tahun 624, saat Beliau sudah menetap di kota Madinah yang berada jauh di Utara kota Mekkah, turunlah surat Al Baqarah ayat 144 sebagai bagian dari Al Qur’an — kitab suci umat Islam — yang memerintahkan “… palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya…” yaitu arah Kiblat yang baru ke Ka’bah yang berada di dalam Masjidil Haram, di kota Mekkah.

Karena letak Indonesia yang jauh dari Ka’bah, maka umumnya arah Kiblat ditentukan oleh arah mata angin: ancar-ancar antara arah Barat dan Utara, atau arah Barat Laut. Namun arah ini tidak presisi, terutama saat umat Islam akan membangun sebuah Masjid untuk shalat. Makanya banyak sekali Masjid di Indonesia memiliki arah Kiblat yang tidak presisi menghadap Ka’bah. Untuk itulah kenapa beberapa organisasi Islam di Indonesia mulai meminta pengurus Masjid memperbaiki arah Kiblat-nya. Tapi bagaimana..?

(lebih…)

Read Full Post »

English translation

Jumat Shubuh. Maret 27, 2009. Bencana itu terjadi hanya dalam hitungan detik. Adalah sebuah danau yang dibendung yang menyatakan kemarahannya. Bendungan itu jebol juga akhirnya…

Gue gak tahu harus bilang apa. Beberapa bulan lalu gue sekeluarga baru saja makan di restoran pinggir danau itu. Jaraknya hanya sekitar 200 meter dari titik jebolnya bendungan danau. Memang masa depan hanya Tuhan yang tahu. Dan masa lalu tidaklah perlu disesali. Yang penting hari ini harus melakukan yang terbaik untuk diri sendiri, keluarga, dan orang banyak.

n1420062707_30305580_2834951

(lebih…)

Read Full Post »

English translation

Biar kata kau Musibah…
Bagiku kau Anugrah…
Owu.. Oo…
I Love U Bibeh

Cuplikan lagu dari The Cangcuter berjudul I Love U Bibeh ini cukup menggelitik. Nuansa optimis kental sekali. Saat orang lain memiliki penilain negatif, dirinya tetap berpikiran positif. Memang, musibah dan anugrah adalah dua kutub negatif dan positif yang bertolak belakang. Bagai dua muka pada sebuah uang logam.

Iya, bagai uang logam, karena batas musibah dan anugrah sebenarnya tipis sekali. Setipis uang logam tersebut. Walaupun mukanya bertolak belakang dan berpunggung-punggungan, namun orang tua banyak bercerita, “… di balik musibah… ada hikmah [anugrah] yang [akan] terjadi…”

(lebih…)

Read Full Post »