Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘teknik elektro’

Prolog: Setiap tanggal 31 Desember gue selalu teringat akan kenangan yang ternyata selalu memberi banyak hikmah selama 20 tahun belakangan ini. Iya, setelah 20 tahun kemudian akhirnya gue ingin berbagi atas kenangan tersebut kepada loe semua. Semoga bermanfaat….

Minggu terakhir Desember 1992 adalah waktu liburan setelah beberapa minggu sebelumnya gue menyelesaikan Final Test Semester 9 kuliah gue. Semester terakhir kuliah gue di Jurusan Tehnik Elektro Universitas Trisakti. Tepatnya adalah liburan dari perjalanan panjang perkuliahan selama 4,5 tahun.

Gue ingin isi liburan ini dengan suatu petualangan yang eksotis, suatu yang berkesan di masa akhir menjadi mahasiswa, dan tentu suatu yang harus memberikan pelajaran tentang hidup untuk menuju ke fase hidup berikutnya….

Suatu yang terlintas dalam rencana gue saat itu adalah: gue ingin lakukan banyak hal sesuai hobby-hobby gue, dalam satu liburan yang sama. Lokasi gue putuskan di Lombok, Nusa Tenggara Barat, dimana salah satu teman kampus gua adalah berasal dari Kota Mataram, Lombok, dan butuh teman karena akan pulang membawa mobil. Rundown aktifitas gue rencanakan adalah sepedahan, menyelam, naik gunung, dan hunting foto. Rencana boleh rencana, ternyata yang gue dapati adalah lebih dari rencana petualangan…

(lebih…)

Read Full Post »

English translation

Sudah seminggu terakhir ini ada wacana yang cukup sensitif dilempar ke masyarakat oleh Bank Indonesia (BI). Media massa pun menangkap lemparan tersebut dengan berbagai pengertian, yang sayangnya menurut gue, ada beberapa yang salah tangkap. Sebuah headline media ibukota menulis bahwa “Rupiah akan dipotong”. Hah?! Binatang kurban kalee… hihihi…

Wacana tersebut, yang memakai jargon “redenomisasi”, adalah sebuah rencana untuk merubah angka Rp.1.000,- menjadi Rp.1,- tanpa merubah nilai hakikinya. Pengertian yang gue pahami, pernah gue ekspresikan pada status facebook gue awal minggu ini:

“…is ‘redenominasi’ kan cuma merubah angka Rp.1000 menjadi Rp.1… tidak merubah ‘value’ nya… yang pegang uang Rp.1000 tuker ke bank jadi uang baru Rp.1… yang dulu beli pisang goreng pake uang Rp.1000 trus jadi pake uang baru Rp.1 tetap dapat pisang goreng yang sama… kok pada ribut?”

Banyak sekali tanggapan dari teman-teman atas status facebook gue di atas. Kesimpulan awal gue — semoga gue gak salah — kebanyakan masih terjebak pada pengertian bahwa uang Rupiah akan “menyusut” nilainya sebanyak “seribu” kali.

Sebelum dilanjutkan, ada beberapa disclaimer yang ingin gue sampaikan sehubungan note yang gue tulis ini: pertama, gue gak hebat di bidang ilmu ekonomi secara dulu kuliah ambil jurusan teknik elektro, dan secara ekonomi gue juga biasa-biasa aja (apa neh maksudnya yang terakhir..? hihihi…).

Kedua, untuk membedakan Rupiah sekarang dan nanti apabila redenominasi jadi diberlakukan, gue bedakan istilah mata uang Indonesia yang berlaku saat ini yaitu “Rupiah” (disingkat Rp.) dan setelah redenominasi menjadi “Rupiah Baru” (disingkat Rb.)…. Oops… maaf Pak Gubernur BI, gue gak bermaksud melakukan fait-accompli… hihihi….
(lebih…)

Read Full Post »