Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘sun tzu’

Prolog: tulisan ini adalah artikel kolom pada Tabloid mingguan KONTAN edisi 2-8 April 2012 halaman 23. Selamat menikmati…

Pecinta sepakbola di Tanah Air pasti masih sulit melupakan kekalahan memalukan yang diderita oleh tim nasional sepakbola Indonesia. Dalam penyisihan Piala Dunia FIFA 2014 akhir Februari lalu, timnas dibantai 10 gol tanpa balas oleh tim nasional Bahrain. Ini adalah kekalahan terbesar tim merah-putih sepanjang sejarah.

Menyaksikan pertandingan sepakbola antara kedua Negara tersebut, pasti kita terusik dengan sebuah pertanyaan: kenapa Bahrain bisa mencetak sebanyak 10 gol ke gawang Indonesia? Pertanyaan ini bukan bermaksud menyindir, bila kita berasumsi bahwa pemain Bahrain memang lebih mahir bermain di lapangan rumput. Namun pertanyaan berikut akan lebih menggugah penasaran kita: kenapa Indonesia tidak mencetak gol sama sekali ke gawang Bahrain?

Di satu sisi, hasil akhir pertandingan antara Indonesia dengan kesebelasan sepakbola asal Timur Tengah itu memang membuat kita semua tercengang. Namun, ketimbang terus-menerus mencerca, alangkah baiknya jika kita juga mencerna penyebab kejadian yang memalukan itu.

(lebih…)

Read Full Post »

English translation

Berapa seh nomor sepatu loe? 38, 40, atau 42? Kalo ukuran baju loe? Lebar (L), Muat (M), atau Sempit (S)? hihihi… Juga berapa tinggi loe, berat loe, gaji loe, atau mungkin… istri loe? oops

Pada diri kita, dan juga lingkungan sekitar kita, semuanya pasti memiliki atribut dan ukuran. Begitulah cara manusia berinteraksi dengan lingkungannya. Segala tindakan — baik aksi maupun re-aksi — semua dilakukan atas dasar suatu yang terukur, dilaksanakan dengan terukur, dan berharap sebuah hasil yang juga terukur.

Pada sebuah mata kuliah The Strategic Performance Management System, di hari pertama menit pertama perkuliahan semester, gue minta semua mahasiswa gue untuk maju satu persatu menceritakan tentang profile diri mereka masing-masing. Semua harus dalam bahasa Inggris.

Bukannya gue sok bule, tapi gue harus mencetak mahasiswa Indonesia untuk siap tampil “Go Global“. Itu tolak ukur pertama gue buat mereka. Selain itu, cara mereka melakukan speech di depan kelas, juga harus terukur: mana yang sudah baik dan mana yang masih butuh perbaikan. Maka itu, setiap minggu sebelum perkuliahan, mereka wajib presentasi in English dengan subyek yang berbeda.

Mata kuliah itu sendiri, belajar tentang performance measured atau kinerja yang terukur. Semuanya masih dalam lingkup manajemen perusahaan:

1. Bagaimana manajer penjualan mencapai pertumbuhan penjualan yang terukur;

2. Bagaimana manajer produksi mencapai jumlah produksi dan kualitas serta biaya yang terukur; atau

3. Bagaimana manajer sumber daya manusia menjaga kinerja yang terukur dari seluruh pegawai.

(lebih…)

Read Full Post »