Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘steve jobs’

Akhir minggu ini ada 2 berita yang cukup menarik perhatian sehubungan dengan prestasi. Tapi sebelum masuk ke pembahasan berita tersebut, apa sih arti sebenarnya dari kata prestasi?

Dalam dictionary di MacBook gue, prestasi atau achievement didefinisikan sebagai:

1. a thing done successfully, typically by effort, courage, or skill : to reach this stage is a great achievement.
2. the process or fact of achieving something : the achievement of professional recognition or sense of achievement.

Pengertiannya adalah bahwa prestasi merupakan hasil usaha, upaya, atau karya yang dilaksanakan sampai sukses, biasanya dengan ketrampilan penuh dan keteguhan hati. Namun jangan salah, proses yang dilakukan untuk mencapai tujuan itu sendiri, bisa juga disebut prestasi.

(lebih…)

Iklan

Read Full Post »

English translation

Prolog: tulisan ini adalah artikel kolom pada Tabloid mingguan KONTAN edisi 20-25 Februari 2012 halaman 23. Selamat menikmati…

Meski sudah beberapa bulan meninggal dunia, ada banyak kiat manajemen atau pelajaran yang bisa dipetik dari seorang Steve Jobs. Saat pengukuhan kelulusan para mahasiswa angkatan tahun 2005 Universitas Stanford di Amerika Serikat, bekas CEO Apple Inc. ini menyampaikan sebuah pidato.

“Tetaplah lapar, tetaplah bodoh. Saya selalu berharap hal yang demikian untuk saya. Sebagai lulusan untuk memulai sesuatu yang baru, saya berharap hal yang sama untuk Anda,” kata Jobs dalam secuplik pidatonya

Jobs tentu bukan bermaksud menyindir para siswa yang lulus dari sekolah bergengsi Standford, karena semua orang tahu dia mahasiswa drop-out namun bisa menjadi salah satu orang terkaya di dunia. Pidato itu memang apa adanya dan menjadi pegangan Jobs selama ini.

Dalam biografi Steve Jobs yang ditulis oleh Walter Isaacson tahun 2011, terungkap bahwa Jobs adalah seorang vegetarian. Lebih tepatnya ekstrem vegetarian. Dia mengikuti ajaran Zen Buddha dan pernah menetap di India selama 7 bulan untuk belajar ajaran ini. Nah, saking percayanya atas aliran vegetarian, Jobs menganggap tubuhnya tidak akan mengeluarkan keringat berbau. Sehingga pada tahun-tahun awal saat mendirikan Apple, dia hanya mandi satu kali selama seminggu.

(lebih…)

Read Full Post »

English translation

Prolog: Walaupun gak ada hubungannya antara buah pisang dan buah apel, gue ucapkan turut berduka cita atas meninggalnya Steve Jobs, pendiri dan mantan CEO Apple Corporation, kemarin Oct 6, 2011. Seorang penemu, visioner, yang mendedikasikan dirinya menciptakan produk untuk orang banyak agar lebih mudah dalam bekerja, mudah dalam bersosialisasi, lebih produktif, dan ramah lingkungan; seperti produk MacBook yang gue pakai dalam membuat tulisan ini…

Dalam perjalan gue menuju Bandar Udara karena harus memberikan sebuah pelatihan manajemen pada perusahaan minyak Nasional di Sumatera Selatan, gue sempatkan mampir ke Seven Eleven untuk membeli kopi cappucino panas dengan flavour Hazelnut kesukaan gue. Saat membayar di kasir, tertata tumpukan pisang di atas nampan persis di sebelah mesin kasir. Baru kali ini gue melihat bahwa Seven Eleven ternyata menjual pisang.

Pisang yang dijual adalah jenis pisang ambon yang lumayan besar, berkulit kuning mulus, sedikit mengkilat, sehingga sempat gue kasih komentar ke pramuniaga yang cukup cantik saat tersenyum, “Mbak, pisangnya baru ‘dipoles’ ya..?” hihihi….

Berbeda dengan pisang yang gue dapati kalau sedang makan di GETRAW (baca: dari kanan), yaitu pisang yang lebih kecil, kulitnya banyak flek, dan berwarna kuning doff. Dengan perbedaan harga lebih mahal Rp.2.000,- secara price/performance, jelas pisang di Seven Eleven lebih menarik.

(lebih…)

Read Full Post »

English translation

Bagaimana ya rasanya, kalo loe bisa jualan 1 juta unit barang seharga satuannya Rp. 5 juta, cuma dalam 28 hari? Jadi totalnya setara Rp. 5 triliun, terjual dalam rentang waktu tidak sampai sebulan! Wow!

Barang tersebut harusnya sangat menarik. Atau paling tidak bermanfaat. Bisa jadi suatu yang cool. Yang pasti itu suatu hasil inovasi kreatifitas terbaru. Iya, itulah iPad. Sebuah gadget elektronik yang masuk kategori nothing. Gue ulangi: nothing.

Gadget ini tidak memiliki kategori yang ada sebelumnya. Karena akhirnya iPad menciptakan kategori baru sendiri. iPad tidak masuk kategori notebook atau netbook, juga tidak masuk kategori handphone atau smartphone. iPad berada di antara keduanya: sebuah gadget untuk browsing yang tidak seberat dan setebal notebook, namun setipis handphone berdiagonal 25 cm, tahan dipakai selama 10jam (tanpa pil biru… hihihi…), serta seharga sebuah smartphone.

Apapun kategori nantinya untuk iPad, gue cuma melihat adanya sebuah kreatifitas dari sekelompok anak muda kreatif yang dipimpin oleh Steve Jobs. Adalah mereka yang berkumpul dalam sebuah perusahaan bernama Apple Corporation.

(lebih…)

Read Full Post »