Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘rezeki’

Prolog: Setiap tanggal 31 Desember gue selalu teringat akan kenangan yang ternyata selalu memberi banyak hikmah selama 20 tahun belakangan ini. Iya, setelah 20 tahun kemudian akhirnya gue ingin berbagi atas kenangan tersebut kepada loe semua. Semoga bermanfaat….

Minggu terakhir Desember 1992 adalah waktu liburan setelah beberapa minggu sebelumnya gue menyelesaikan Final Test Semester 9 kuliah gue. Semester terakhir kuliah gue di Jurusan Tehnik Elektro Universitas Trisakti. Tepatnya adalah liburan dari perjalanan panjang perkuliahan selama 4,5 tahun.

Gue ingin isi liburan ini dengan suatu petualangan yang eksotis, suatu yang berkesan di masa akhir menjadi mahasiswa, dan tentu suatu yang harus memberikan pelajaran tentang hidup untuk menuju ke fase hidup berikutnya….

Suatu yang terlintas dalam rencana gue saat itu adalah: gue ingin lakukan banyak hal sesuai hobby-hobby gue, dalam satu liburan yang sama. Lokasi gue putuskan di Lombok, Nusa Tenggara Barat, dimana salah satu teman kampus gua adalah berasal dari Kota Mataram, Lombok, dan butuh teman karena akan pulang membawa mobil. Rundown aktifitas gue rencanakan adalah sepedahan, menyelam, naik gunung, dan hunting foto. Rencana boleh rencana, ternyata yang gue dapati adalah lebih dari rencana petualangan…

(lebih…)

Iklan

Read Full Post »

English translation

Rabu kemarin malam, 5 Mei 2010, gue menghadiri acara launching solo album dari temen nongkrong gue sewaktu di SMP Negeri 12, Jakarta. Dia adalah seorang pembetot. Bukan, bukan seorang pembelot. Dia adalah salah satu pemain bass guitar terbaik yang pernah gue lihat. Pembetot senar-senar bass untuk menghasilkan alunan frekuensi rendah nan indah, sekaligus membahana nan sedap. Membuat sekitar 100 penonton di Erasmus Huis, Kedutaan Belanda, ikut menggoyang-goyangkan kaki atau kepala dalam lantunan Jazz. Dia adalah Indro Hardjodikoro.

Indro yang gue kenal sewaktu SMP, ternyata tetap sebagai Indro walaupun atribut pemain bass handal sudah melekat. Tetap seperti adanya dalam berpakaian. Tetap santai dalam bertutur kata. Tetap kocak. Well, setelah 25 tahun tidak bertemu, gue dapati ternyata Indro tetap menjadi Indro. [what do you expect huh? he is the Iron Man now? hihihi…]

Kesederhanaan adalah kata yang tepat yang gue pilih buat Indro. Bertahun-tahun gue selalu menemukan dia pada penampilan panggung musik di beberapa stasiun televisi maupun festival musik. Dia tetap konsisten sebagai pemain bass. Dia terus belajar sampai hari ini. Dan yang pasti, dia tetap sederhana. Ini tercermin dari judul solo albumnya “Feels Free” yang asli sederhana.

Itulah kunci sukses Indro. Sama halnya dengan kunci sukses seorang wanita sederhana yang tahun 2008 dinobatkan sebagai “salah satu wanita berpengaruh di dunia”: tutur kata yang santun dan tidak emosi dalam menjawab pertanyaan anggota DPR, sikap tegas kepada konglomerat yang mencoba mengemplang pajak negara sampai triliyunan rupiah, serta selalu konsisten dalam menjalankan reformasi birokrasi pada Kementerian yang Beliau pimpim; semua dilakukan dalam konteks pribadi yang sederhana. Dirinya terjaga dari segala isu, fitnah, black campaign, karena terbungkus oleh kesederhanaannya.

(lebih…)

Read Full Post »

English translation

Prolog: Note berikut hanya sebuah cerita fiktif dari selembar uang kertas Rp.1.000,- bernama Sécèng. Selamat menikmati.

Siuman dia karena merasa sempit dan sesak. Gelap pula. Hanya seberkas cahaya berupa garis di atas yang memberikan sedikit penerangan. Kondisi ini adalah yang terburuk selama 24 jam terakhir. Belum lagi dia memiliki syndrom claustrophobia. Sindrom takut akan ruang sempit dan gelap. Dia adalah Sécèng.

“Sst… sst…!” terdengar desis suara di dekatnya seakan memanggil.

Kaget dia. Rupanya ada yang lain di sini.

“Siapa kamu?!” teriak Sécèng kaget. “Please identify yourself!!” menggertak dia mengikuti dialog sebuah film untuk menutupi ketakutannya.

(lebih…)

Read Full Post »