Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘Muhammad SAW’

English translation

“…loe borju… jangan belagu…
lagak loe tuh… sok tahu…
ini itu… lihat dulu…
kalo belagu… muka loe jauh…”

Di atas adalah cuplikan dari lirik lagu berjudul “Borju”. Lagu ber-genre Rap ini dinyanyikan oleh Neo pada dekade 1990-an. Gue jadi inget lagu ini gara-gara statement yang dilontarkan oleh Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Busyro Muqoddas terhadap perilaku pejabat-pejabat negara, pada Hari Pahlawan, Nov 10, 2011 lalu:

“Yang jelas mereka sangat perlente, mobil dinas Crown Royal Saloon yang jauh lebih mewah dari mobil perdana menteri negeri tetangga. Mereka lebih mencerminkan politisi yang pragmatis-hedonis”.

Mereka yang dimaksud Ketua KPK adalah para pejabat negara yang sehari-harinya berperilaku “borjuis”, selalu memperlihatkan kepada masyarakat penampilan yang berlebih: memakai kendaraan dinas seharga Rp.1,3 Milyar, melakukan rapat dinas di hotel mewah alih-alih di ruang rapat kantornya, dan selalu menjaga jarak dengan dikawal ke manapun mereka pergi.

(lebih…)

Read Full Post »

English translation

“…panjang umurnya… panjang umurnya…
panjang umurnya serta mulia…
serta mulia… serta mu-li-aaa…
horreeee…”

Biasanya lirik lagu di atas dinanyikan kepada seseorang yang sedang berulang tahun. Seperti ulang tahun istri gue hari ini, 18 Agustus, yang bertepatan dengan masuknya dia ke kelompok umur 40 tahun.
Welcome aboard to the club of forty, dear…

Banyak orang bijak mengatakan bahwa umur 40 tahun adalah saat yang tepat untuk menentukan sisa perjalanannya hidup seseorang. Apabila ingin menjadi orang baik, maka saatnyalah memutuskan untuk berubah berperilaku baik. Begitu juga sebaliknya.

Tapi keputusan seseorang di umur 40 tahun bukanlah keputusan yang bersifat instant. Tidaklah mudah bagi seseorang yang, misalkan, selama 39 tahun berperilaku jahat, tiba-tiba berubah drastis menjadi baik. Kecuali memang ada “tangan” Tuhan Yang Maha Perkasa yang ikut merubahnya.

(lebih…)

Read Full Post »

English translation

Berapa seh nomor sepatu loe? 38, 40, atau 42? Kalo ukuran baju loe? Lebar (L), Muat (M), atau Sempit (S)? hihihi… Juga berapa tinggi loe, berat loe, gaji loe, atau mungkin… istri loe? oops

Pada diri kita, dan juga lingkungan sekitar kita, semuanya pasti memiliki atribut dan ukuran. Begitulah cara manusia berinteraksi dengan lingkungannya. Segala tindakan — baik aksi maupun re-aksi — semua dilakukan atas dasar suatu yang terukur, dilaksanakan dengan terukur, dan berharap sebuah hasil yang juga terukur.

Pada sebuah mata kuliah The Strategic Performance Management System, di hari pertama menit pertama perkuliahan semester, gue minta semua mahasiswa gue untuk maju satu persatu menceritakan tentang profile diri mereka masing-masing. Semua harus dalam bahasa Inggris.

Bukannya gue sok bule, tapi gue harus mencetak mahasiswa Indonesia untuk siap tampil “Go Global“. Itu tolak ukur pertama gue buat mereka. Selain itu, cara mereka melakukan speech di depan kelas, juga harus terukur: mana yang sudah baik dan mana yang masih butuh perbaikan. Maka itu, setiap minggu sebelum perkuliahan, mereka wajib presentasi in English dengan subyek yang berbeda.

Mata kuliah itu sendiri, belajar tentang performance measured atau kinerja yang terukur. Semuanya masih dalam lingkup manajemen perusahaan:

1. Bagaimana manajer penjualan mencapai pertumbuhan penjualan yang terukur;

2. Bagaimana manajer produksi mencapai jumlah produksi dan kualitas serta biaya yang terukur; atau

3. Bagaimana manajer sumber daya manusia menjaga kinerja yang terukur dari seluruh pegawai.

(lebih…)

Read Full Post »

English translation

Rabu kemarin malam, 5 Mei 2010, gue menghadiri acara launching solo album dari temen nongkrong gue sewaktu di SMP Negeri 12, Jakarta. Dia adalah seorang pembetot. Bukan, bukan seorang pembelot. Dia adalah salah satu pemain bass guitar terbaik yang pernah gue lihat. Pembetot senar-senar bass untuk menghasilkan alunan frekuensi rendah nan indah, sekaligus membahana nan sedap. Membuat sekitar 100 penonton di Erasmus Huis, Kedutaan Belanda, ikut menggoyang-goyangkan kaki atau kepala dalam lantunan Jazz. Dia adalah Indro Hardjodikoro.

Indro yang gue kenal sewaktu SMP, ternyata tetap sebagai Indro walaupun atribut pemain bass handal sudah melekat. Tetap seperti adanya dalam berpakaian. Tetap santai dalam bertutur kata. Tetap kocak. Well, setelah 25 tahun tidak bertemu, gue dapati ternyata Indro tetap menjadi Indro. [what do you expect huh? he is the Iron Man now? hihihi…]

Kesederhanaan adalah kata yang tepat yang gue pilih buat Indro. Bertahun-tahun gue selalu menemukan dia pada penampilan panggung musik di beberapa stasiun televisi maupun festival musik. Dia tetap konsisten sebagai pemain bass. Dia terus belajar sampai hari ini. Dan yang pasti, dia tetap sederhana. Ini tercermin dari judul solo albumnya “Feels Free” yang asli sederhana.

Itulah kunci sukses Indro. Sama halnya dengan kunci sukses seorang wanita sederhana yang tahun 2008 dinobatkan sebagai “salah satu wanita berpengaruh di dunia”: tutur kata yang santun dan tidak emosi dalam menjawab pertanyaan anggota DPR, sikap tegas kepada konglomerat yang mencoba mengemplang pajak negara sampai triliyunan rupiah, serta selalu konsisten dalam menjalankan reformasi birokrasi pada Kementerian yang Beliau pimpim; semua dilakukan dalam konteks pribadi yang sederhana. Dirinya terjaga dari segala isu, fitnah, black campaign, karena terbungkus oleh kesederhanaannya.

(lebih…)

Read Full Post »