Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘ilmu’

English translation

Makam dalam pengertian sehari-hari bagi orang Indonesia adalah tempat peristirahatan terakhir seseorang. Sebuah kuburan. A grave. Padahal “makam” adalah asal kata bahasa Arab maqam yang berarti sebuah tempat berdiri (Kamus Arab-Indonesia Al-Munawwir). Kalau loe pergi naik Haji atau Umrah, loe akan dapatkan sebuah “maqam Ibrahim” yang berjarak sekitar 5 meter dari Ka’bah. Ini bukan kuburan Nabi Ibrahim — nabinya umat Yahudi, Kristen, dan Islam — melainkan tempat berdiri Nabi Ibrahim saat merenovasi Ka’bah yang dibangun oleh Nabi Adam ratusan tahun sebelumnya.

Makam pada zaman kerajaan Mataram merupakan tempat yang dikeramatkan. Tempat yang diyakini bisa memberi perlindungan maupun keberkahan. Sehingga sampai saat ini masih banyak makam yang diyakini sebagai makam raja-raja Mataram yang tetap dipertahankan. Termasuk mempertahankan kebiasaan meminta perlindungan dan keberkahan kepada makam bagi sebagian orang Indonesia.

Makam Pahlawan Indonesia di Kalibata, juga menjadi agenda protokoler tetap apabila ada kepala negara lain berkunjung. Biasanya berupa penghormatan kepala negara yang berkunjung, kepada para pahlawan yang telah gugur membela Indonesia.

Namun, mungkin hanya di Indonesia, ada sebuah kejadian dimana sebuah makam dipertahankan oleh penduduk sekitar sampai harus mengorbankan 3 nyawa. Ini bisa terjadi karena ada suatu keyakinan kuat untuk mempertahankannya. Apakah keyakinan itu benar atau salah, tergantung darimana cara melihatnya. Gue cuma sedih melihat kenyataan: ada emosi, energi, dan nyawa hilang sia-sia atas sebuah keyakinan yang masih perlu dipertanyakan.

(lebih…)

Iklan

Read Full Post »

English translation

Pada sebuah status sohib gue di facebook hari ini…
“Saya membayangkan dalam kampanye presiden nanti, para calon saling menganjurkan agar pemilih mencotreng lawan politiknya saja, karena amanah jadi presiden sangat berat dan mengakui bahwa lawan politiknya lebih hebat. Persis seperti ketika kita saling menunjuk agar yang lain jadi ketua RT…”

Sejenak seakan waktu berhenti. Pause. Hening. Gue rewind ke memory beberapa tahun lalu, saat ada pemilihan Ketua RT di lingkungan rumah gue. Benar. Memang gak ada yang mau jadi Ketua RT. Termasuk gue. Seribu alasan dikeluarkan. Kami tersadar saat itu, ternyata kami semua adalah para lulusan LDN: Latihan Dasar Ngeles… hihihi…

Kembali ke status facebook. Ungkapan sohib S2 gue ini begitu mengena di hati. Dalam keseharian sebagai seorang Dokter, seorang Pak Haji, sekaligus seorang Imam rumah tangga yang rendah hati, tentu ungkapan ini mengalir akibat akumulasi asam garam perjalanan hidupnya. Untuk hal ini, gue mengacungkan dua jempol!

2847_1128479978428_1420062707_30326349_7520258_aSebenarnya, secara job function, yang dilakukan Ketua RT dan anggota Dewan tidak beda jauh. Semua mengurusi masyarakat. Bedanya hanya di scoping: Ketua RT untuk sekitar 40+ KK, sementara anggota Dewan untuk seluruh negeri, kurang lebih 40.000.000++ KK!

(lebih…)

Read Full Post »