Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘facebook’

English translation

Berapa seh nomor sepatu loe? 38, 40, atau 42? Kalo ukuran baju loe? Lebar (L), Muat (M), atau Sempit (S)? hihihi… Juga berapa tinggi loe, berat loe, gaji loe, atau mungkin… istri loe? oops

Pada diri kita, dan juga lingkungan sekitar kita, semuanya pasti memiliki atribut dan ukuran. Begitulah cara manusia berinteraksi dengan lingkungannya. Segala tindakan — baik aksi maupun re-aksi — semua dilakukan atas dasar suatu yang terukur, dilaksanakan dengan terukur, dan berharap sebuah hasil yang juga terukur.

Pada sebuah mata kuliah The Strategic Performance Management System, di hari pertama menit pertama perkuliahan semester, gue minta semua mahasiswa gue untuk maju satu persatu menceritakan tentang profile diri mereka masing-masing. Semua harus dalam bahasa Inggris.

Bukannya gue sok bule, tapi gue harus mencetak mahasiswa Indonesia untuk siap tampil “Go Global“. Itu tolak ukur pertama gue buat mereka. Selain itu, cara mereka melakukan speech di depan kelas, juga harus terukur: mana yang sudah baik dan mana yang masih butuh perbaikan. Maka itu, setiap minggu sebelum perkuliahan, mereka wajib presentasi in English dengan subyek yang berbeda.

Mata kuliah itu sendiri, belajar tentang performance measured atau kinerja yang terukur. Semuanya masih dalam lingkup manajemen perusahaan:

1. Bagaimana manajer penjualan mencapai pertumbuhan penjualan yang terukur;

2. Bagaimana manajer produksi mencapai jumlah produksi dan kualitas serta biaya yang terukur; atau

3. Bagaimana manajer sumber daya manusia menjaga kinerja yang terukur dari seluruh pegawai.

(lebih…)

Read Full Post »

English translation

Sudah seminggu terakhir ini ada wacana yang cukup sensitif dilempar ke masyarakat oleh Bank Indonesia (BI). Media massa pun menangkap lemparan tersebut dengan berbagai pengertian, yang sayangnya menurut gue, ada beberapa yang salah tangkap. Sebuah headline media ibukota menulis bahwa “Rupiah akan dipotong”. Hah?! Binatang kurban kalee… hihihi…

Wacana tersebut, yang memakai jargon “redenomisasi”, adalah sebuah rencana untuk merubah angka Rp.1.000,- menjadi Rp.1,- tanpa merubah nilai hakikinya. Pengertian yang gue pahami, pernah gue ekspresikan pada status facebook gue awal minggu ini:

“…is ‘redenominasi’ kan cuma merubah angka Rp.1000 menjadi Rp.1… tidak merubah ‘value’ nya… yang pegang uang Rp.1000 tuker ke bank jadi uang baru Rp.1… yang dulu beli pisang goreng pake uang Rp.1000 trus jadi pake uang baru Rp.1 tetap dapat pisang goreng yang sama… kok pada ribut?”

Banyak sekali tanggapan dari teman-teman atas status facebook gue di atas. Kesimpulan awal gue — semoga gue gak salah — kebanyakan masih terjebak pada pengertian bahwa uang Rupiah akan “menyusut” nilainya sebanyak “seribu” kali.

Sebelum dilanjutkan, ada beberapa disclaimer yang ingin gue sampaikan sehubungan note yang gue tulis ini: pertama, gue gak hebat di bidang ilmu ekonomi secara dulu kuliah ambil jurusan teknik elektro, dan secara ekonomi gue juga biasa-biasa aja (apa neh maksudnya yang terakhir..? hihihi…).

Kedua, untuk membedakan Rupiah sekarang dan nanti apabila redenominasi jadi diberlakukan, gue bedakan istilah mata uang Indonesia yang berlaku saat ini yaitu “Rupiah” (disingkat Rp.) dan setelah redenominasi menjadi “Rupiah Baru” (disingkat Rb.)…. Oops… maaf Pak Gubernur BI, gue gak bermaksud melakukan fait-accompli… hihihi….
(lebih…)

Read Full Post »

English translation

Prolog: note gue ini bagian ke-2 dari 3… dalam sequel ke dua ini lebih kepada supporting utama dalam pendididkan… selamat menikmati…

Part 2

2. perpustakaan
Internet yang sedang loe akses saat baca note gue ini bisa jadi adalah jendela 15″ untuk melihat dunia. Ada Google Earth, Wikipedia, Facebook, dan lainnya yang membuat dunia yang luas, informasi yang banyak, dan teman-teman sekolah dulu yang tersebar ke penjuru dunia, menjadi tampak di depan mata.

Sebelum ada internet, kita ingat sebuah istilah: “Buku adalah jendela Dunia”. Gue setuju 100%. Banyak sekali pemimpin-pemimpin dunia menjadi besar dan berhasil, karena mereka disiplin dan rutin dalam membaca buku. Mereka rata-rata memiliki perpustakaan pribadi di rumahnya.

libraryPendidikan untuk semua yang dicetuskan oleh Ki Hajar Dewantara dan di-execute dalam bentuk “Perguruan Taman Siswa” tahun 1922, adalah sebuah terobosan untuk sebuah bangsa terjajah dan belum merdeka saat itu. Namun saat ini, dimana pendidikan adalah suatu yang umum di Indonesia yang sudah merdeka, belajar dengan buku pelajaran sekolah tidaklah cukup. Harus ada additive lain: perpustakaan pada setiap sekolah.

(lebih…)

Read Full Post »

English translation

Setelah pelaksanaan pemilihan legislatif pada 9 April 2009 kemarin, bangsa Indonesia dipertontonkan dengan kesibukan partai-partai pemenang pemilihan, khususnya oleh partai yang memperoleh suara di atas 10%. Hasilnya sampai saat note ini gue tulis, masing-masing ketiganya sudah dipastikan akan mengajukan calon Presiden untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Maka keluarlah 3 calon Presiden yang diajukan dari hasil Rapat Nasional masing-masing partai. Ketiganya, sesuai urutan partai pemenang pemilu, adalah: Blok-S, Blok-J, dan Blok-M. Clear. No more question. Justru pertanyaan lanjutannya adalah, “Siapa saja calon Wakil Presiden untuk mereka?”. Sampai saat ini belum ada nama yang ditetapkan oleh masing-masing blok.

(lebih…)

Read Full Post »

English translation

Pada sebuah status sohib gue di facebook hari ini…
“Saya membayangkan dalam kampanye presiden nanti, para calon saling menganjurkan agar pemilih mencotreng lawan politiknya saja, karena amanah jadi presiden sangat berat dan mengakui bahwa lawan politiknya lebih hebat. Persis seperti ketika kita saling menunjuk agar yang lain jadi ketua RT…”

Sejenak seakan waktu berhenti. Pause. Hening. Gue rewind ke memory beberapa tahun lalu, saat ada pemilihan Ketua RT di lingkungan rumah gue. Benar. Memang gak ada yang mau jadi Ketua RT. Termasuk gue. Seribu alasan dikeluarkan. Kami tersadar saat itu, ternyata kami semua adalah para lulusan LDN: Latihan Dasar Ngeles… hihihi…

Kembali ke status facebook. Ungkapan sohib S2 gue ini begitu mengena di hati. Dalam keseharian sebagai seorang Dokter, seorang Pak Haji, sekaligus seorang Imam rumah tangga yang rendah hati, tentu ungkapan ini mengalir akibat akumulasi asam garam perjalanan hidupnya. Untuk hal ini, gue mengacungkan dua jempol!

2847_1128479978428_1420062707_30326349_7520258_aSebenarnya, secara job function, yang dilakukan Ketua RT dan anggota Dewan tidak beda jauh. Semua mengurusi masyarakat. Bedanya hanya di scoping: Ketua RT untuk sekitar 40+ KK, sementara anggota Dewan untuk seluruh negeri, kurang lebih 40.000.000++ KK!

(lebih…)

Read Full Post »