Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘17 agustus’

English translation

“…panjang umurnya… panjang umurnya…
panjang umurnya serta mulia…
serta mulia… serta mu-li-aaa…
horreeee…”

Biasanya lirik lagu di atas dinanyikan kepada seseorang yang sedang berulang tahun. Seperti ulang tahun istri gue hari ini, 18 Agustus, yang bertepatan dengan masuknya dia ke kelompok umur 40 tahun.
Welcome aboard to the club of forty, dear…

Banyak orang bijak mengatakan bahwa umur 40 tahun adalah saat yang tepat untuk menentukan sisa perjalanannya hidup seseorang. Apabila ingin menjadi orang baik, maka saatnyalah memutuskan untuk berubah berperilaku baik. Begitu juga sebaliknya.

Tapi keputusan seseorang di umur 40 tahun bukanlah keputusan yang bersifat instant. Tidaklah mudah bagi seseorang yang, misalkan, selama 39 tahun berperilaku jahat, tiba-tiba berubah drastis menjadi baik. Kecuali memang ada “tangan” Tuhan Yang Maha Perkasa yang ikut merubahnya.

(lebih…)

Read Full Post »

English translation

Tanggal 17 Ramadhan — tanggal saat ayat pertama Al Qur’an turun 14 abad lalu — yang tahun ini jatuh pada hari Jumat kemarin, mengingatkan sejarah negara Indonesia yang kemerdekaannya juga diproklamirkan pada hari Jumat tanggal 17 Agustus 65 tahun lalu. Kebetulan, bulan Ramadhan tahun Hijriah kali ini juga bertepatan dengan bulan Agustus tahun Masehi.

Kebetulan juga tahun ini, tanggal 17 Agustus bertepatan dengan tanggal 7 Ramadhan, sedangkan tanggal 17 Ramadhan bertepatan dengan tanggal 27 Agustus. Kok bisa pas angka 7-nya ya..? hihihi….

Di Indonesia, umur 17 tahun biasa menandakan usia yang sudah dewasa. Pada usia tersebut, seseorang warga negara sudah diakui “dewasa” dengan memiliki kartu tanda penduduk, juga boleh memiliki surat izin mengemudi, atau juga boleh ikut pemilihan umum. Nikah boleh blum..? hihihi… emang berani..? 😛

Apakah kedewasaan selalu diukur dengan batas umur? Gak juga. Loe pasti pernah dengar sebuah pepatah:

“…betambahnya umur adalah sebuah keniscayaan…
namun kedewasaan adalah sebuah pilihan…”

Iya, banyak kita lihat contoh di masyarakat, seseorang yang sudah berumur “jauh” di atas 17 tahun, namun masih bersikap belum dewasa: mereka yang selalu emosi saat dikritik, atau meluapkan emosi saat mengkritik, atau mereka yang tidak terima menjadi tersangka hukum setelah tidak menjabat lagi dengan mencari kesalahan orang lain, atau mereka yang selalu merasa paling hebat karena dulu bapaknya seorang pejabat negara bahkan seorang presiden.
(lebih…)

Read Full Post »

English translation

Hari ini bangsa Indonesia merayakan detik detik proklamasi kemerdekaannya. Iya, tanggal 17 Agutus 64 tahun yang lalu sekitar pukul 10 pagi, beberapa anak bangsa — diantaranya Soekarno dan Hatta — mewakili bangsa Indonesia melakukan pro-claim bahwa Indonesia telah merdeka dari kekuasaan bangsa lain. Suatu tindakan yang berani, heroik, sekaligus nekad, apabila kita membayangkan saat itu Indonesia adalah bangsa yang terjajah.

Bagi kita yang belum berumur 64 tahun, tentu tidak pernah merasakan suasana dijajah oleh bangsa lain. Saat dimana beberapa hak-hak mendasar bangsa kita dirampas oleh bangsa lain: kemerdekaan mendapatkan pendidikan, kemerdekaan bekerja atau menjalankan usaha, dan kemerdekaan mengungkapkan pendapat. Gue gak ngebayangin, gimana gue bisa bebas nulis note seperti ini pada saat dijajah seperti itu… hihihi…

Negara yang merdeka, harus memiliki 3 syarat utama: ada wilayah, ada rakyat, dan ada pemerintahan yang didukung rakyatnya. Setelah itu ada beberapa syarat tambahan, misalkan simbol negara: Kepala Negara, Bendera Negara, Lambang Negara, dan Lagu Kebangsaan. Simbol ini, secara politis, lebih kepada mewakili keberadaan suatu negara. Bayangkan apabila salah satu dari simbol negara ini tidak ada, bisa jadi dianggap cacat keberadaannya.

17aug1945Misalkan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya. Pada suasana yang khidmat saat lagu ini dinyanyikan, gue terkadang merinding mendengarnya. Apalagi sambil menyaksikan Bendera Negara Merah Putih dikibarkan secara khidmat pula perlahan naik menuju puncak tiang bendera. Gue meresapinya dalam konteks bahwa 64 tahun yang lalu, menaikkan sebuah bendera Merah Putih dan menyanyikan lagu Indonesia Raya — sesaat setelah claim kemerdekaan ketika masih menjadi bangsa terjajah di negerinya sendiri — adalah sebuah perbuatan heroik.

(lebih…)

Read Full Post »