Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Usaha dan Industri’ Category

English translation

Mendengar kata “kanibal”, mungkin bulu kuduk loe akan berdiri. Memang persepsi umum kata kanibal cukup horror, yaitu memakan darah-daging spesies sendiri atau teman sendiri atau komunitas sendiri… hiiii…. Tapi note ini tidak akan bercerita tentang horror, melainkan lebih mengenai perkembangan teknologi.

Masih ingat saat Apple mengeluarkan produk iPad di tahun 2010? Banyak business analyst saat itu memprediksi bahwa iPad akan meng-kanibal-kan penjualan produk Apple yang lain semisal MacBook. Statistik selama satu tahun setelah peluncuran iPad memang menunjukkan penurunan penjualan MacBook, namun ternyata tidak sampai membuat MacBook benar-benar mati. Sekarat pun tidak.

Produk pemutar musik Apple iPod yang membuat penjualan produk Sony Walkman mati, adalah salah satu best practice sebuah kejadian kanibal: pemutar musik analog (Walkman) di-kanibal oleh pemutar musik digital (iPod).

Dalam fotografi, ternyata teknologi film analog juga telah berhasil di-kanibal oleh teknologi film digital fotografi. Proses perjalanan kanibal ini gue alami sendiri karena memang salah satu hobby gue adalah fotografi.

(lebih…)

Read Full Post »

English translation

Prolog: sequel Part II ini adalah lanjutan dari note Rp. vs Rb. dua hari lalu. Agar lebih nyambung, disarankan membaca Rp. vs Rb. Part I dulu. Selamat menikmati…

Sedikit refresh dari Part I, awal minggu lalu gue tulis status facebook berikut:

“…is ‘redenominasi’ kan cuma merubah angka Rp.1000 menjadi Rp.1… tidak merubah ‘value’ nya… yang pegang uang Rp.1000 tuker ke bank jadi uang baru Rp.1… yang dulu beli pisang goreng pake uang Rp.1000 trus jadi pake uang baru Rp.1 tetap dapat pisang goreng yang sama… kok pada ribut?”

Dan seorang teman gue memberikan komentar berikut:

“…kalau redominasi jalan beneran, maka Rp 1,- = ¥ 10,- artinya nilai tukar rupiah 10x lebih tinggi dari Yen. Wow …. besar betul bohongnya … ;D”

Well, penjelasannya mungkin rada njelimet bikin mumet… hihihi…. Sejatinya perhitungan nilai tukar mata uang antar dua negara dipengaruhi banyak faktor: nilai ekspor dan impor barang, jasa, dan modal antara kedua negara tersebut, serta faktor makro ekonomi lainnya.

Memang benar, apabila redenominasi diberlakukan oleh BI saat ini, maka Rb.1,- (baca: satu Rupiah Baru) akan memiliki nilai tukar mata uang Jepang ¥10 (baca: sepuluh Japan Yen). Tapi bukan berarti orang Indonesia lebih kaya 10 kali lipat dari orang Jepang. Besar kecilnya “angka” dalam nilai tukar mata uang tidak ada pengaruhnya terhadap “value” dari barang atau jasa atau modal di negara-negara masing-masing.

Penjelasan lebih mudah adalah dengan memakai pendekatan “Big Mac Theory”: seperti kita ketahui, Big Mac adalah salah satu menu hamburger di kedai McDonald, dan kedai tersebut tersebar ke segala penjuru dunia, dengan standar bahan baku, cara masak, dan rasa yang sama. Memiliki “value” yang sama, melalui standarisasi dan pengawasan yang ketat dari kantor pusat McDonald.
(lebih…)

Read Full Post »

English translation

Gue teringat akan sebuah crispy joke (baca: lelucon garing) beberapa tahun lalu:

“Sudah nonton “The Last Train”?” tanya si A dengan muka serius.
“Oh ya? Kapan mainnya? Dimana?” tanya balik si B dengan muka bodoh atau pura-pura bodoh.
“Nanti malam jam 23:00. Di Gambir.” jawab si A dengan senyum kemenangan.*
“$@#$%&%$@#$%!!” bathin si B, sekarang dengan muka tertekuk.

*Gambir adalah stasiun Kereta Api (KA) di ibukota Jakarta.

Garing gak seh? Ternyata bukannya menonton film “The Last Train” melainkan melihat KA yang terakhir masuk stasiun Gambir pada jam mau tutup.
Pantun dulu ahh: Buah Nanas buah Kedondong….
Artinya? Just kidding dong… hihihi….

Namun kemarin sore, jam 16:25, “The Last Train” benar-benar “tayang” di Gambir. Tetap bukan sebuah film. Ini benar-benar KA yang terakhir masuk Gambir. No kidding. KA dari Bandung. KA Parahyangan. Beberapa pertanyaan mungkin langsung terlintas di otak loe, sebingung yang terlintas di otak gue: “Why?” atau “How come?” atau juga “What the hell…?”


Photograph courtesy of Kompas.com

(lebih…)

Read Full Post »

English translation

Dulu sebelum banyak merek sendal, yang namanya sendal jepit yang enak dipakai, ya Swallow. Sekarang setelah banyak merek sendal, ternyata sendal jepit yang enak dipakai dengan harga “masuk akal”, ya Swallow. Bukanlah ini pernyataan seorang “marketing” sendal, tapi semata-mata karena yang namanya sendal jepit, ya Swallow.

Namun musibah terjadi terhadap pabrik sendal Swallow: beberapa minggu lalu pabrik sendal jepit ini terbakar, dan baru bisa padam setelah selama seminggu disambangi fire fighter. Musibah yang merengut 4 nyawa pegawainya ini belum berhenti begitu saja. Beberapa hari lalu, kebakaran terjadi lagi di lokasi yang sama dengan api yang sama, disebabkan sisa bara yang belum padam betul yang bersinggungan dengan sisa bahan kimia mudah terbakar. Bisa dipahami, karena bahan dasar pembuatan sendal Swallow adalah karet dan lem yang mudah terbakar.

(lebih…)

Read Full Post »

English translation

high_voltageIstilah “byarr pet” sudah melekat kepada pelayanan PLN khususnya saat listrik yang disalurkan mati secara tiba-tiba. Walaupun istilah ini tidak terdapat dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia, namun masyarakat sudah akrab dan apabila ada orang yang melontarkannya dalam percakapan sehari-hari, langsung ber-asosiasi negatif kepada PLN (Perusahaan Listrik Negara). Gue sarankan agar PLN segera mem-paten-kan istilah “byarr pet” ini, sebelum negara Malaysia mengklaim sebagai istilah milik mereka… hihihi….

Pada kota-kota besar, seperti Jakarta, listrik sudah menjadi bagian dari kebutuhan pokok warganya. Istilah “sembako” akan memiliki extended version menjadi “sembakorik” — sembilan bahan pokok plus listrik. Iya, sebagian besar life support penduduk Jakarta saat ini sudah tergantung dengan listrik. Sebutkan misal: lampu, kulkas, ac, pompa air, charger hp, komputer, charger notebook, modem internet, dan lain-lain. Paramater yang valid adalah, setiap ada kejadian “byarr pet” di suatu wilayah di Jakarta — serta wilayah lain di Indonesia — langsung aja status facebook-er dengan nada kesal terlontar tertuju kepada PLN. So, tanya kenapa?

(lebih…)

Read Full Post »

English translation

Dalam sebuah dialog yang diadakan sebuah perhimpunan pengusaha muda hari ini, Menteri Perdagangan Republik Indonesia mengatakan bahwa tahun 2009 ini adalah tahunnya industri kreatif. Walaupun pencanangannya menurut gue agak telat dibanding negara lain, namun masih tetap lebih baik dari pada tidak sama sekali.

Negara-negara lain sudah menganggap kreatif sebagai industri, misalkan Amerika dengan Hollywood-nya atau India dengan Bollywood-nya atau Malaysia dengan Multimedia-Supercoridor-nya.

Dalam dictionary, kreatif adalah: relating to or involving the imagination or original ideas, esp. in the production of an artistic work. Dalam kehidupan real, kreatif adalah sebuah “anugrah”. Setiap manusia memilikinya. Processor built-in itu disebut “akal”. Itulah yang membedakan manusia dengan mahluk cipataan Tuhan lainnya.

(lebih…)

Read Full Post »