Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Sosial Kemasyarakatan’ Category

Prolog: tulisan ini adalah artikel kolom pada Tabloid mingguan KONTAN edisi 11-17 Maret 2013 halaman 27. Selamat menikmati…

remote-working-beachPerusahaan layanan mesin pencari Internet, Yahoo, pada pertengahan tahun 2012 lalu membuat kejutan dengan merekrut CEO baru. Dia adalah Marissa Meyer, seorang wanita lulusan Standford University berusia 37 tahun, dari perusahaan layanan internet pesaingnya, Google.

Wanita CEO termuda dalam daftar perusahaan Fortune 500 itu sedang hamil muda saat direkrut Yahoo, kemudian harus bekerja dari rumah, atau remote-working, saat hamil besar September tahun lalu. Namun mengawali tahun ini, dia memberi kejutan dengan membuat kebijakan yang tidak lumrah untuk sebuah perusahaan Teknologi Informasi (TI) kelas dunia. Semua pegawai harus kembali bekerja di kantor dari jam 9 pagi sampai jam 5 sore.

(lebih…)

Read Full Post »

Prolog: pada saat banjir menerjang Jakarta-Bekasi tanggal 18 Januari 2013, ternyata banyak sekali cerita behind the scene dari operasi evakuasi penduduk yang rumahnya terendam air. Berikut adalah diantaranya saat evakuasi di Pondok Gede, hasil copy paste status Facebook gue tanggal 18 Januari 2013. Please enjoy reading… cheers…

(lebih…)

Read Full Post »

Prolog: Setiap tanggal 31 Desember gue selalu teringat akan kenangan yang ternyata selalu memberi banyak hikmah selama 20 tahun belakangan ini. Iya, setelah 20 tahun kemudian akhirnya gue ingin berbagi atas kenangan tersebut kepada loe semua. Semoga bermanfaat….

Minggu terakhir Desember 1992 adalah waktu liburan setelah beberapa minggu sebelumnya gue menyelesaikan Final Test Semester 9 kuliah gue. Semester terakhir kuliah gue di Jurusan Tehnik Elektro Universitas Trisakti. Tepatnya adalah liburan dari perjalanan panjang perkuliahan selama 4,5 tahun.

Gue ingin isi liburan ini dengan suatu petualangan yang eksotis, suatu yang berkesan di masa akhir menjadi mahasiswa, dan tentu suatu yang harus memberikan pelajaran tentang hidup untuk menuju ke fase hidup berikutnya….

Suatu yang terlintas dalam rencana gue saat itu adalah: gue ingin lakukan banyak hal sesuai hobby-hobby gue, dalam satu liburan yang sama. Lokasi gue putuskan di Lombok, Nusa Tenggara Barat, dimana salah satu teman kampus gua adalah berasal dari Kota Mataram, Lombok, dan butuh teman karena akan pulang membawa mobil. Rundown aktifitas gue rencanakan adalah sepedahan, menyelam, naik gunung, dan hunting foto. Rencana boleh rencana, ternyata yang gue dapati adalah lebih dari rencana petualangan…

(lebih…)

Read Full Post »

Gue marah sore ini. Gimana gak marah. Sebelumnya gue harus jalan kaki sejauh 100 meter untuk menemukan tukang ojek lalu berjibaku di tengah macet selama 10 menit sampai akhirnya mendarat di parkiran kampus. Sore ini memang jadwal kasih kuliah Strategic Performance Management, namun sore ini giliran mahasiswa-mahasiswa gue yang perform di depan kelas. Iya, mereka harus presentasi group assignment tentang studi kasus sebuah bisnis yang menjalankan Balanced Score Card, yang sudah gue tugaskan dari 2 minggu lalu.

Gue pantas untuk marah. Gimana gak marah. Sebelum mahasiswa pada masuk, gue persiapkan LCD proyektor buat presentasi, menghidupkan MacBook gue untuk menilai presentasi mereka, lalu menunggu kebiasaan telat mereka selama 15 menit. Dan klimaksnya, adalah saat salah satu dari mereka menyampaikan,

“Pak, terus terang, kami semua belum tuntas mempersiapkan presentasi hari ini”….

(lebih…)

Read Full Post »

Prolog: Tulisan ini pernah dimuat di tabloid manajemen mingguan KONTAN edisi 9-15 Juli 2012 halaman 23 dalam rangka Putaran ke-1 PILKADA DKI, namun masih relevan dalam Putaran ke-2 PILKADA DKI minggu ini. Selamat menikmati…

Rabu (11/7), warga Kota Jakarta akan memilih seseorang yang akan diberi amanah untuk mengatur administrasi dan pemerintahan ibukota. Jabatan yang akan disematkan adalah Gubernur Jakarta. Ini bukan jabatan main-main, karena ibukota bernilai strategis sebagai salah satu simbol negara yang melengkapi simbol lain yaitu pemimpin negara, bendera negara, dan lagu kebangsaan.

Ibukota negara menjadi pintu gerbang hubungan dengan negara lain. Semua duta besar dan perwakilan negara lain tinggal dan bekerja di kantor kedutaan yang ada di Jakarta. Hubungan perdagangan antarnegara, biasa bermula melewati pintu gerbang Ibukota sebelum menuju ke kota-kota tujuan perdagangan.

Seberapa sulit mengatur Jakarta? Pertanyaan ini menjebak karena jawabannya mudah ditebak: memang sangat sulit! Kota Jakarta sudah berumur lebih dari 400 tahun dan kini terus bertumbuh dan meluas. Mulai dari sebuah kota pelabuhan di sisi Utara, lalu bertumbuh ke Selatan, sekaligus melebar ke Timur dan Barat. Pertumbuhan secara alami ini menyebabkan tata ruang kota seakan tambal-sulam, tumpang-tindih, atau karut-marut.

(lebih…)

Read Full Post »

“Apalah artinya sebuah nama?” adalah pertanyaan Juliet kepada pacarnya Romeo dalam sebuah dialog romantis karangan seorang sastrawan Inggris bernama William Shakespeare (1564-1616). Apakah pertanyaan seperti itu perlu dijawab? hmm… menurut gue perlu. Karena sejatinya nama itu memiliki arti.

Nama adalah atribut yang merekat kepada seseorang. Dia sebagai tanda pengenal. Dia sebagai label. Lebih dari itu, dia berupa doa kepada penyandang nama itu sendiri.

Untuk itu, secara turun temurun, orang tua kita sering mengingatkan kita untuk selalu memberi nama terbaik kepada anak atau cucu kita. Dan terbukti: tidak pernah kita menemukan orangtua memberikan nama ke anaknya semisal si bodoh, si tolol, atau si brengsek.

Justru terkadang kita memberikan nama lain saat menyapa teman satu tongkrongan sesuai kekurangan mereka. Ada yang dipanggil si tompel, si cadel, atau si pitak.

Dan gue pernah lakukan itu. Dan gue kena batunya. Ceritanya begini:

(lebih…)

Read Full Post »

Pagi ini gue masuk Lapas. Iya, Lapas atau penjara atau rumah tahanan adalah singkatan dari Lembaga Pemasyarakatan. Tempat beberapa masyarakat yang berkumpul di balik tembok tinggi, pagar berduri, dan terali besi — dikarenakan mereka melanggar kode etik KUHP masyarakat yang berlaku. Namun kali ini bukan gue yang melanggar kode etik tersebut, melainkan sepupu gue yang terjebak dan akhirnya diputuskan sudah melanggar. Sebuah keputusan pengadilan untuk mendekam di Lapas Cipinang selama 5 tahun. Apakah keputusan itu adil? Tidak ada yang pernah tahu….

Sepupu gue yang masih berusia 25 tahun itu, adalah pemuda yang polos, anak bontot, seorang anak yatim yang ditinggal ayahnya saat usia SD. Dalam kepolosannya tersebut, seorang pengedar wanita meminta dia untuk mengantarkan sebuah barang, dan polisi menangkap tangan dia dengan barang bukti narkoba. Ternyata itu adalah deal si wanita dengan polisi, untuk menangkap 2 kurir barang, agar wanita itu bisa bebas sebagai bandar narkoba. Whatever. Nasi telah menjadi bubur….

Hari ini adalah pengalaman gue pertama berkunjung ke Lapas. Diawali dengan masuk ruang pendaftaran, mengambil nomor urut, mengisi formulir kunjungan, lalu duduk di ruang tunggu sampai nomor urutnya dipanggil. Selama menunggu, gue mengamati para pengunjung lain: ternyata mereka sudah saling kenal, akrab, saling sapa, sehingga gue simpulkan bahwa mereka rutin berkunjung ke Lapas di setiap akhir minggu. Well, a small weekly reunion….

(lebih…)

Read Full Post »

Older Posts »