Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Kecelakaan’ Category

“Apalah artinya sebuah nama?” adalah pertanyaan Juliet kepada pacarnya Romeo dalam sebuah dialog romantis karangan seorang sastrawan Inggris bernama William Shakespeare (1564-1616). Apakah pertanyaan seperti itu perlu dijawab? hmm… menurut gue perlu. Karena sejatinya nama itu memiliki arti.

Nama adalah atribut yang merekat kepada seseorang. Dia sebagai tanda pengenal. Dia sebagai label. Lebih dari itu, dia berupa doa kepada penyandang nama itu sendiri.

Untuk itu, secara turun temurun, orang tua kita sering mengingatkan kita untuk selalu memberi nama terbaik kepada anak atau cucu kita. Dan terbukti: tidak pernah kita menemukan orangtua memberikan nama ke anaknya semisal si bodoh, si tolol, atau si brengsek.

Justru terkadang kita memberikan nama lain saat menyapa teman satu tongkrongan sesuai kekurangan mereka. Ada yang dipanggil si tompel, si cadel, atau si pitak.

Dan gue pernah lakukan itu. Dan gue kena batunya. Ceritanya begini:

(lebih…)

Read Full Post »

Pagi ini gue masuk Lapas. Iya, Lapas atau penjara atau rumah tahanan adalah singkatan dari Lembaga Pemasyarakatan. Tempat beberapa masyarakat yang berkumpul di balik tembok tinggi, pagar berduri, dan terali besi — dikarenakan mereka melanggar kode etik KUHP masyarakat yang berlaku. Namun kali ini bukan gue yang melanggar kode etik tersebut, melainkan sepupu gue yang terjebak dan akhirnya diputuskan sudah melanggar. Sebuah keputusan pengadilan untuk mendekam di Lapas Cipinang selama 5 tahun. Apakah keputusan itu adil? Tidak ada yang pernah tahu….

Sepupu gue yang masih berusia 25 tahun itu, adalah pemuda yang polos, anak bontot, seorang anak yatim yang ditinggal ayahnya saat usia SD. Dalam kepolosannya tersebut, seorang pengedar wanita meminta dia untuk mengantarkan sebuah barang, dan polisi menangkap tangan dia dengan barang bukti narkoba. Ternyata itu adalah deal si wanita dengan polisi, untuk menangkap 2 kurir barang, agar wanita itu bisa bebas sebagai bandar narkoba. Whatever. Nasi telah menjadi bubur….

Hari ini adalah pengalaman gue pertama berkunjung ke Lapas. Diawali dengan masuk ruang pendaftaran, mengambil nomor urut, mengisi formulir kunjungan, lalu duduk di ruang tunggu sampai nomor urutnya dipanggil. Selama menunggu, gue mengamati para pengunjung lain: ternyata mereka sudah saling kenal, akrab, saling sapa, sehingga gue simpulkan bahwa mereka rutin berkunjung ke Lapas di setiap akhir minggu. Well, a small weekly reunion….

(lebih…)

Read Full Post »

English translation

Kombinasi angka 69 memiliki bentuk yang saling berseberangan: bentuk 6 terbalik dari bentuk 9, bentuk 9 pun kebalikan dari bentuk 6. Ada yang bilang angka 69 merupakan keseimbangan Yin dan Yang — sebuah kepercayaan masyarakat Asia Timur — secara lambang Yin dan Yang memang mirip angka 69.

Apalah arti dari lambang sebuah angka. Namun beberapa kelompok masih menganggap angka adalah juga lambang dari sebuah makna: angka 666 lambang dari semua kejahatan, sedangkan angka 999 lambang dari semua kebaikan

Bagi loe yang sudah menikah, angka 69 pun memiliki makna harmonisasi, atau saling mengisi. Apa itu? You tell me… hihihi….

Pada minggu ini, ada sebuah kejadian yang berhubungan dengan angka 69. Kejadian yang diawali dengan “foreplay” yang mendebarkan, dilanjutkan dengan kesabaran melakukannya bersama-sama, berbarengan secara emosional saling memberi dan mendukung, kemudian diakhiri dengan “klimaks” yang sangat mengharukan….

Kejadian tersebut adalah proses rescue 33 orang pekerja dari dalam sebuah tambang di negara Chile yang telah terjebak selama 69 hari. Hah?! Selama itu?

(lebih…)

Read Full Post »

English translation

Coba loe bayangin: loe lagi nyetir di jalan beralas beton, tiba-tiba pedal gas yang loe injek tidak membuat mobil berlari, melainkan mesin mobil jadi menggerung makin keras, lalu terjadi goncangan sejenak, dan gak sampai sedetik di luar kaca depan mobil loe sudah berisi air, juga di luar kaca kiri-kanan-belakang, air yang hitam pekat pula. Mobil loe tenggelam….

Mungkin itu  yang akan terjadi saat loe melewati Jl. RE Martadinata di Jakarta Utara pada pagi buta, hari Kamis 16 September 2010. Jalan sepanjang 103 meter ini amblas ke dalam air pinggir laut sedalam 7 meter pada dini hari pukul 03:15. Sampai note ini gue tulis, belum ditemukan korban berupa mobil dan penumpangnya yang sedang melewati jalan amblas tersebut. Untung bagi Gubernur Jakarta. Saved by the bell. Benarkah?

Belum tentu. Seorang tukang ojek yang melihat kejadian amblasnya jalan tersebut bersaksi bahwa sebuah mobil sedang melintas beberapa saat sebelum amblas. Tindakan reaksi pun dilakukan: mengirim tim penyelam untuk mencari mobil yang ikut amblas… hahaha… gue ulangi: hahaha…. kok ketawa?

(lebih…)

Read Full Post »

English translation

Pagi ini gue sarapan di tempat favorite: mie ayam gerobak Hang Lekir. Sudah ada beberapa orang makan di sana, dua orang adalah pasangan suami istri kira-kira seumuran gue juga. Posisi duduk gue persis di depan mereka. Seperti biasa, gue pesan mie yamin, kali ini 4 porsi: gue, istri gue, anak sulung gue — yang mau latihan basket di STC Senayan karena kelas sedang libur — dan sopir. Bersamaan dengan selesainya pasangan tadi makan, pesanan mie yamin gue datang… hmm… nyami… nyami…

Tiba-tiba, sang suami dari pasangan di depan gue batuk sekali. Owh oke, bathin gue, mungkin keselek sehabis makan. Tapi gue rada kurang sreg, karena dia batuk tanpa menutup mulutnya. Nafsu makan gue drop jadi 90%. Namun tidak sampai disitu. Dia batuk lagi, dan batuk lagi, dan lagi batuk. Kali ini dengan menutup mulutnya, tapi tetap tidak beranjak dari tempat duduknya.

Setiap dia batuk lagi, nafsu makan gue drop 10%. Sehingga setelah 9 kali batuk — yang membuat nafsu makan gue jadi 0% — gue langsung tusuk sumpit yang gue pegang, tegak lurus ke tengah-tengah mie yamin, sambil gue tatap mukanya. Kalau orang Cina lihat sumpit gue menancap tegak lurus di atas mie, pasti sudah paham bahwa gue siap untuk ribut. Untung bagi dia, bahwa dia bukan orang Cina.

(lebih…)

Read Full Post »

English translation

Istilah 180 derajat biasanya menggambarkan suatu kondisi yang bertolak belakang, sangat berbeda, atau ekstrim. Adalah kemarin hari Minggu lalu — hari terakhir bulan Februari 2010 — antara pukul 12 sampai 15 dan berlokasi Cirendeu, Ciputat.

Sejak pukul 10 matahari telah begitu terik menerpa bumi dan mencapai puncaknya pada pukul 12. Namun mendekati pukul 15, tiba-tiba mendung menyergap. Tidak sampai 5 menit hujan pun mendera, dikawal oleh angin yang awalnya sepoi-sepoi berubah menjadi kencang, kemudian sangat kencang. Tidak tanggung-tanggung, sampai baliho sebuah hypermarket pun tumbang, menimpa beberapa kendaraan yang sedang lalu lalang di bawahnya. What a great stormy rain! Gue takjub sekaligus takut, karena gue saat itu berada on location!

(lebih…)

Read Full Post »

Older Posts »