Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Entertaintment’ Category

Prolog: pada saat banjir menerjang Jakarta-Bekasi tanggal 18 Januari 2013, ternyata banyak sekali cerita behind the scene dari operasi evakuasi penduduk yang rumahnya terendam air. Berikut adalah diantaranya saat evakuasi di Pondok Gede, hasil copy paste status Facebook gue tanggal 18 Januari 2013. Please enjoy reading… cheers…

(lebih…)

Read Full Post »

Prolog: Setiap tanggal 31 Desember gue selalu teringat akan kenangan yang ternyata selalu memberi banyak hikmah selama 20 tahun belakangan ini. Iya, setelah 20 tahun kemudian akhirnya gue ingin berbagi atas kenangan tersebut kepada loe semua. Semoga bermanfaat….

Minggu terakhir Desember 1992 adalah waktu liburan setelah beberapa minggu sebelumnya gue menyelesaikan Final Test Semester 9 kuliah gue. Semester terakhir kuliah gue di Jurusan Tehnik Elektro Universitas Trisakti. Tepatnya adalah liburan dari perjalanan panjang perkuliahan selama 4,5 tahun.

Gue ingin isi liburan ini dengan suatu petualangan yang eksotis, suatu yang berkesan di masa akhir menjadi mahasiswa, dan tentu suatu yang harus memberikan pelajaran tentang hidup untuk menuju ke fase hidup berikutnya….

Suatu yang terlintas dalam rencana gue saat itu adalah: gue ingin lakukan banyak hal sesuai hobby-hobby gue, dalam satu liburan yang sama. Lokasi gue putuskan di Lombok, Nusa Tenggara Barat, dimana salah satu teman kampus gua adalah berasal dari Kota Mataram, Lombok, dan butuh teman karena akan pulang membawa mobil. Rundown aktifitas gue rencanakan adalah sepedahan, menyelam, naik gunung, dan hunting foto. Rencana boleh rencana, ternyata yang gue dapati adalah lebih dari rencana petualangan…

(lebih…)

Read Full Post »

Prolog: tulisan ini adalah artikel kolom pada Tabloid mingguan KONTAN edisi 2-8 April 2012 halaman 23. Selamat menikmati…

Pecinta sepakbola di Tanah Air pasti masih sulit melupakan kekalahan memalukan yang diderita oleh tim nasional sepakbola Indonesia. Dalam penyisihan Piala Dunia FIFA 2014 akhir Februari lalu, timnas dibantai 10 gol tanpa balas oleh tim nasional Bahrain. Ini adalah kekalahan terbesar tim merah-putih sepanjang sejarah.

Menyaksikan pertandingan sepakbola antara kedua Negara tersebut, pasti kita terusik dengan sebuah pertanyaan: kenapa Bahrain bisa mencetak sebanyak 10 gol ke gawang Indonesia? Pertanyaan ini bukan bermaksud menyindir, bila kita berasumsi bahwa pemain Bahrain memang lebih mahir bermain di lapangan rumput. Namun pertanyaan berikut akan lebih menggugah penasaran kita: kenapa Indonesia tidak mencetak gol sama sekali ke gawang Bahrain?

Di satu sisi, hasil akhir pertandingan antara Indonesia dengan kesebelasan sepakbola asal Timur Tengah itu memang membuat kita semua tercengang. Namun, ketimbang terus-menerus mencerca, alangkah baiknya jika kita juga mencerna penyebab kejadian yang memalukan itu.

(lebih…)

Read Full Post »

English translation

Beberapa hari terakhir ini ada sebuah advertisement di televisi yang cukup menggelitik. Adalah ad dari salah satu telecommunication provider tentang seseorang bernama Joni. Pada satu scene flashback, Joni kecil bertemu seorang bapak yang bijak, yang mengingatkan, “Joni, mulai sekarang kamu harus selalu berkata jujur”. Dengan muka polos, Joni menjawab sambil menunjuk ke arah hidung bapak tadi, “Pak, ada upil…”

Jangankan gue, anak-anak gue aja pasti ketawa kalau liat ad ini. Dan menjadi senjata ice breaking gue saat bila salah satu mereka sedang ngambek, yang langsung berubah ketawa saat diucapkan kalimat yang sama sambil mencolek hidungnya.

Sebenarnya, scene ad tersebut di atas memiliki banyak hikmah. Paling tidak ada 2 yang bisa gue identifikasi….

(lebih…)

Read Full Post »

English translation

Akhir minggu lalu, gue sempatkan ajak istri dan anak2 gue ke museum. Diawali dengan Museum Gajah di Jakarta Pusat, lalu dilanjutkan ke Museum Wayang di Jakarta Utara. Kalo Museum Gajah, gue sudah sering kunjungi, namun untuk Museum Wayang, ini adalah pertama kali. Sst… gue sebenarnya malu mengakui, bahwa saat itu gue baru tahu di Jakarta “ada” Museum Wayang… jiaahh… gakgaul.com… hihihi….

Kejadiannya memang gak disengaja: niat awalnya memang cuma ingin foto session keluarga di depan Museum Fatahillah dan situs Kota Tua, namun hujan dengan bijak menyambut gue sekeluarga begitu tiba di lokasi. Berlarilah gue sekeluarga semua untuk berteduh ke sebuah gedung yang terdekat. Dan gedung itu ternyata adalah Museum Wayang! halaahh….

Menunggu adalah pekerjaan yang membosankan. Hujan yang turun memaksa gue memutuskan untuk membeli tiket Museum Wayang, lalu menghabiskan waktu menunggu hujan dengan menikmati sajian museum. Ternyata hujan benar-benar bijak. Gue benar-benar menikmati Museum Wayang yang indah, bersih, dan tertata dengan rapih. Gue rekomendasikan loe dan keluarga untuk berkunjung dan ikut menikmati museum ini secara berkala.

(lebih…)

Read Full Post »

English translation

Sudah seminggu ini demam bola melanda dunia. Bagai virus yang outbreak. Kalau di Jakarta, efeknya jelas terasa. Saat-saat pertandingan berlangsung, Jakarta menjadi tidak normal: lalu-lintas jalan menjadi lancar… hihihi…. Semua memilih duduk menatap tivi selama 2×45 menit. Iya, sepanjang bulan ini sedang berlangsung laga pertandingan bola piala dunia 2010. Pertandingan antar kesebelasan yang mewakili sebuah negara.

Perhelatan ini gak perlu dibahas kalee ya, secara semua media sudah banyak membahasnya: sejarahnya, prestasi negara-negara yang pernah menang, atau lokasi berlangsungnya. Atau mau ngebahas kesebelasan Indonesia di Piala Dunia? hmm… let me think about it later… hihihi…

Laga Piala Dunia ini berlangsung setiap 4 tahun sekali. Walaupun gue lebih suka main basket alih-alih main bola, gue selalu menyaksikan acara piala dunia. Gue suka sekali melihat talenta pemain-pemain dalam mengontrol bola untuk menggoyang jaring gawang lawan. Gue juga suka hingar-bingar suasana stadium. Melihat make up penonton yang aneh-aneh. Atau kekompakan penonton saat melakukan “wave”. Ini jelas sebuah pesta.

Namun dibalik pesta, ada sesuatu yang menarik untuk diamati: setiap 4 tahun akan ada pemain bola baru. Yang pasti lebih muda. Iya, tidak akan pernah main lagi Pele, Beckenbauer, Maradona, Ronaldo, atau Zidane di piala dunia. Hikmahnya adalah, waktu benar-benar berbicara di pesta ini. Umur tidak bisa menipu. Tidak ada manusia super, karena sejatinya manusia adalah mahluk lemah.

(lebih…)

Read Full Post »

English translation

Rabu kemarin malam, 5 Mei 2010, gue menghadiri acara launching solo album dari temen nongkrong gue sewaktu di SMP Negeri 12, Jakarta. Dia adalah seorang pembetot. Bukan, bukan seorang pembelot. Dia adalah salah satu pemain bass guitar terbaik yang pernah gue lihat. Pembetot senar-senar bass untuk menghasilkan alunan frekuensi rendah nan indah, sekaligus membahana nan sedap. Membuat sekitar 100 penonton di Erasmus Huis, Kedutaan Belanda, ikut menggoyang-goyangkan kaki atau kepala dalam lantunan Jazz. Dia adalah Indro Hardjodikoro.

Indro yang gue kenal sewaktu SMP, ternyata tetap sebagai Indro walaupun atribut pemain bass handal sudah melekat. Tetap seperti adanya dalam berpakaian. Tetap santai dalam bertutur kata. Tetap kocak. Well, setelah 25 tahun tidak bertemu, gue dapati ternyata Indro tetap menjadi Indro. [what do you expect huh? he is the Iron Man now? hihihi…]

Kesederhanaan adalah kata yang tepat yang gue pilih buat Indro. Bertahun-tahun gue selalu menemukan dia pada penampilan panggung musik di beberapa stasiun televisi maupun festival musik. Dia tetap konsisten sebagai pemain bass. Dia terus belajar sampai hari ini. Dan yang pasti, dia tetap sederhana. Ini tercermin dari judul solo albumnya “Feels Free” yang asli sederhana.

Itulah kunci sukses Indro. Sama halnya dengan kunci sukses seorang wanita sederhana yang tahun 2008 dinobatkan sebagai “salah satu wanita berpengaruh di dunia”: tutur kata yang santun dan tidak emosi dalam menjawab pertanyaan anggota DPR, sikap tegas kepada konglomerat yang mencoba mengemplang pajak negara sampai triliyunan rupiah, serta selalu konsisten dalam menjalankan reformasi birokrasi pada Kementerian yang Beliau pimpim; semua dilakukan dalam konteks pribadi yang sederhana. Dirinya terjaga dari segala isu, fitnah, black campaign, karena terbungkus oleh kesederhanaannya.

(lebih…)

Read Full Post »

Older Posts »