Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Juli, 2011

English translation

Beberapa hari terakhir ini ada sebuah advertisement di televisi yang cukup menggelitik. Adalah ad dari salah satu telecommunication provider tentang seseorang bernama Joni. Pada satu scene flashback, Joni kecil bertemu seorang bapak yang bijak, yang mengingatkan, “Joni, mulai sekarang kamu harus selalu berkata jujur”. Dengan muka polos, Joni menjawab sambil menunjuk ke arah hidung bapak tadi, “Pak, ada upil…”

Jangankan gue, anak-anak gue aja pasti ketawa kalau liat ad ini. Dan menjadi senjata ice breaking gue saat bila salah satu mereka sedang ngambek, yang langsung berubah ketawa saat diucapkan kalimat yang sama sambil mencolek hidungnya.

Sebenarnya, scene ad tersebut di atas memiliki banyak hikmah. Paling tidak ada 2 yang bisa gue identifikasi….

(lebih…)

Iklan

Read Full Post »

English translation

Sekitar tahun 1990an, ada dua hal yang berhubungan dengan istilah “sejuta umat”. Pertama, adalah handphone Nokia N5110 yang saat itu banyak sekali dipakai orang sehingga layak mendapat peredikat “handphone sejuta umat”. Kedua, adalah KH Zainuddin MZ, seorang da’i yang setiap ceramah selalu dibanjiri oleh banyak orang sehingga Beliau layak mendapat predikat “da’i sejuta umat”.

Bukannya gue mau membandingkan antara sebuah handphone dengan seorang da’i, namun sesuatu yang memiliki banyak sekali pengikutnya, pastilah sesuatu yang “istimewa”. Demikian halnya dengan KH Zainuddin MZ: ceramah dengan suara yang khas serak-serak basah, bacaan ayat Qur’an maupun hadist yang begitu fasih nyaris tanpa salah, analogi dan joke dalam bercerita sehingga paham lebih mudah, membuat banyak pendengarnya sulit beranjak saat Beliau berceramah.

Well… Beliau hari ini dipanggil Tuhan Yang Maha Kuasa di usia 60 tahun.
Innalillahi wa inna illaihi raji’un.

Almarhum KH Zainuddin Muhammad Zein merupakan anak tunggal dari Pak Turmudzi dan Ibu Zainabun. Beliau adalah dari keluarga Betawi asli. Sejak kecil memang sudah nampak mahir berpidato: suka naik ke atas meja untuk berpidato di depan tamu yang berkunjung ke rumah kakeknya. Bakat berpidatonya itu tersalurkan ketika mulai masuk Madrasah Tsanawiyah hingga tamat Madrasah Aliyah di Darul Ma’arif, Jakarta. Di sekolah ini Beliau belajar dalam Ta’limul Muhadharah (forum belajar berpidato).

Kebiasaan Beliau membanyol dan mendongeng terus berkembang. Setiap kali tampil, Beliau memukau teman-temannya. Kemampuannya itu terus terasah, berbarengan permintaan ceramah yang terus mengalir. Beliau menempuh pendidikan tinggi di IAIN Syarif Hidayatullah dan berhasil mendapatkan gelar doktor honoris causa dari Universitas Kebangsaan Malaysia.

Ada hikmah yang bisa didapat: lifecycle.

(lebih…)

Read Full Post »