Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Desember, 2010

English translation

“Insya Allah saya bisa ikhlas mas…”, getar suara Ika dengan mata berkaca-kaca. Dia dan gue sedang berdiri di depan rumahnya yang sudah luluh lantak. Dan gebleknya, sebelumnya gue menanyakan pertanyaan yang gak lebih dari sebuah pertanyaan geblek: “…gimana perasaan kamu, Ka..?”

Gue dan teman-teman relawan pagi ini sedang berada di Srunen. Sebuah desa di kaki Gunung Merapi. Desa yang terletak di atas punggungan bukit dan bersebelahan dengan lembah kali Gendol yang merupakan jalur utama aliran lava Merapi. Tapi meletusnya Merapi sebulan lalu berbeda: Srunen dihempas awan panas yang melaju turun di atas bukit, bukannya melewati jalur lembah.

Ika adalah seorang guru kelas 5 SD Negeri di Jogjakarta, yang juga sedang kuliah S1 jurusan PGSD (Pendidikan Guru Sekolah Dasar) di kota tersebut. Dia asli penduduk Srunen: lahir, besar, dan bersekolah dasar di sana. Rumah yang sudah hancur jelas memiliki kenangan yang lekat. Yang membedakan tentang dia adalah, Ika mengambil option untuk menjadi “relawan” alih-alih “pengungsi”….

Saat Merapi mulai aktif meletus tanggal 26 Oktober 2010, Ika pulang ke Srunen dan bersama relawan lain “menggiring” penduduk Srunen untuk turun ke desa yang lebih aman di bawahnya. Inisiatif ini berbuah hasil, karena letusan dahsyat tanggal 5 November 2010 ternyata benar-benar menghancurkan desa Srunen. Kick the village out of the map..!

Pertemuan gue dengan gadis berjilbab itu pun baru terjadi kemarin sore. Sebelumnya, saat berada di gudang posko relawan dan sedang mengeluarkan berkarung-karung sumbangan, sebuah nomor noname masuk lewat SMS memohon bantuan sumbangan. Rupanya, teman gue tim relawan yang sudah balik ke Jakarta memberikan nomor mobile gue. Teman gue tersebut tahu jadwal weekend gue plus cuti “hari kejepit” Senin kemarin — karena hari ini hari libur Tahun Baru Hijriah — yaitu: berada di Jogjakarta untuk menyalurkan sisa sumbangan yang datang ke gudang posko relawan dua minggu lalu. SMS itulah dari Ika, seorang relawan posko pengungsi Srunen.

(lebih…)

Read Full Post »