Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Agustus, 2010

English translation

Tanggal 17 Ramadhan — tanggal saat ayat pertama Al Qur’an turun 14 abad lalu — yang tahun ini jatuh pada hari Jumat kemarin, mengingatkan sejarah negara Indonesia yang kemerdekaannya juga diproklamirkan pada hari Jumat tanggal 17 Agustus 65 tahun lalu. Kebetulan, bulan Ramadhan tahun Hijriah kali ini juga bertepatan dengan bulan Agustus tahun Masehi.

Kebetulan juga tahun ini, tanggal 17 Agustus bertepatan dengan tanggal 7 Ramadhan, sedangkan tanggal 17 Ramadhan bertepatan dengan tanggal 27 Agustus. Kok bisa pas angka 7-nya ya..? hihihi….

Di Indonesia, umur 17 tahun biasa menandakan usia yang sudah dewasa. Pada usia tersebut, seseorang warga negara sudah diakui “dewasa” dengan memiliki kartu tanda penduduk, juga boleh memiliki surat izin mengemudi, atau juga boleh ikut pemilihan umum. Nikah boleh blum..? hihihi… emang berani..? 😛

Apakah kedewasaan selalu diukur dengan batas umur? Gak juga. Loe pasti pernah dengar sebuah pepatah:

“…betambahnya umur adalah sebuah keniscayaan…
namun kedewasaan adalah sebuah pilihan…”

Iya, banyak kita lihat contoh di masyarakat, seseorang yang sudah berumur “jauh” di atas 17 tahun, namun masih bersikap belum dewasa: mereka yang selalu emosi saat dikritik, atau meluapkan emosi saat mengkritik, atau mereka yang tidak terima menjadi tersangka hukum setelah tidak menjabat lagi dengan mencari kesalahan orang lain, atau mereka yang selalu merasa paling hebat karena dulu bapaknya seorang pejabat negara bahkan seorang presiden.
(lebih…)

Read Full Post »

English translation

Prolog: sequel Part II ini adalah lanjutan dari note Rp. vs Rb. dua hari lalu. Agar lebih nyambung, disarankan membaca Rp. vs Rb. Part I dulu. Selamat menikmati…

Sedikit refresh dari Part I, awal minggu lalu gue tulis status facebook berikut:

“…is ‘redenominasi’ kan cuma merubah angka Rp.1000 menjadi Rp.1… tidak merubah ‘value’ nya… yang pegang uang Rp.1000 tuker ke bank jadi uang baru Rp.1… yang dulu beli pisang goreng pake uang Rp.1000 trus jadi pake uang baru Rp.1 tetap dapat pisang goreng yang sama… kok pada ribut?”

Dan seorang teman gue memberikan komentar berikut:

“…kalau redominasi jalan beneran, maka Rp 1,- = ¥ 10,- artinya nilai tukar rupiah 10x lebih tinggi dari Yen. Wow …. besar betul bohongnya … ;D”

Well, penjelasannya mungkin rada njelimet bikin mumet… hihihi…. Sejatinya perhitungan nilai tukar mata uang antar dua negara dipengaruhi banyak faktor: nilai ekspor dan impor barang, jasa, dan modal antara kedua negara tersebut, serta faktor makro ekonomi lainnya.

Memang benar, apabila redenominasi diberlakukan oleh BI saat ini, maka Rb.1,- (baca: satu Rupiah Baru) akan memiliki nilai tukar mata uang Jepang ¥10 (baca: sepuluh Japan Yen). Tapi bukan berarti orang Indonesia lebih kaya 10 kali lipat dari orang Jepang. Besar kecilnya “angka” dalam nilai tukar mata uang tidak ada pengaruhnya terhadap “value” dari barang atau jasa atau modal di negara-negara masing-masing.

Penjelasan lebih mudah adalah dengan memakai pendekatan “Big Mac Theory”: seperti kita ketahui, Big Mac adalah salah satu menu hamburger di kedai McDonald, dan kedai tersebut tersebar ke segala penjuru dunia, dengan standar bahan baku, cara masak, dan rasa yang sama. Memiliki “value” yang sama, melalui standarisasi dan pengawasan yang ketat dari kantor pusat McDonald.
(lebih…)

Read Full Post »

English translation

Sudah seminggu terakhir ini ada wacana yang cukup sensitif dilempar ke masyarakat oleh Bank Indonesia (BI). Media massa pun menangkap lemparan tersebut dengan berbagai pengertian, yang sayangnya menurut gue, ada beberapa yang salah tangkap. Sebuah headline media ibukota menulis bahwa “Rupiah akan dipotong”. Hah?! Binatang kurban kalee… hihihi…

Wacana tersebut, yang memakai jargon “redenomisasi”, adalah sebuah rencana untuk merubah angka Rp.1.000,- menjadi Rp.1,- tanpa merubah nilai hakikinya. Pengertian yang gue pahami, pernah gue ekspresikan pada status facebook gue awal minggu ini:

“…is ‘redenominasi’ kan cuma merubah angka Rp.1000 menjadi Rp.1… tidak merubah ‘value’ nya… yang pegang uang Rp.1000 tuker ke bank jadi uang baru Rp.1… yang dulu beli pisang goreng pake uang Rp.1000 trus jadi pake uang baru Rp.1 tetap dapat pisang goreng yang sama… kok pada ribut?”

Banyak sekali tanggapan dari teman-teman atas status facebook gue di atas. Kesimpulan awal gue — semoga gue gak salah — kebanyakan masih terjebak pada pengertian bahwa uang Rupiah akan “menyusut” nilainya sebanyak “seribu” kali.

Sebelum dilanjutkan, ada beberapa disclaimer yang ingin gue sampaikan sehubungan note yang gue tulis ini: pertama, gue gak hebat di bidang ilmu ekonomi secara dulu kuliah ambil jurusan teknik elektro, dan secara ekonomi gue juga biasa-biasa aja (apa neh maksudnya yang terakhir..? hihihi…).

Kedua, untuk membedakan Rupiah sekarang dan nanti apabila redenominasi jadi diberlakukan, gue bedakan istilah mata uang Indonesia yang berlaku saat ini yaitu “Rupiah” (disingkat Rp.) dan setelah redenominasi menjadi “Rupiah Baru” (disingkat Rb.)…. Oops… maaf Pak Gubernur BI, gue gak bermaksud melakukan fait-accompli… hihihi….
(lebih…)

Read Full Post »