Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Mei, 2009

English translation

Berita tentang jatuhnya pesawat Hercules hari ini membuat gue mules. Begitu mengenaskan: sebuah pesawat jatuh pas di Hari Kebangkitan Nasional. Lebih dari 90 penumpang meninggal akibat peristiwa duka itu. Gue ingin sampaikan rasa belasungkawa kepada korban dan keluarga yang ditinggalkan lewat note ini.

herculesHercules di mata gue adalah sebuah simbol kekuatan Negara. Memang Hercules tidak bisa melakukan dog fight seperti halnya F16 ataupun Sukhoi yang juga dimiliki Angkatan Udara kita. Mungkin kalau mereka bertiga – Hercules, F16, Sukhoi – lagi nongkrong di hanggar, Hercules yang paling jadi obyek cela’an: “Hei Gendut, loe bisa gak manuver seperti gue, terbang dengan kepala di bawah?” Halaahh… head spin kalee… hihihi…

Namun Hercules banyak sekali manfaatnya untuk mengangkut logistik keperluan pasukan bersenjata kita, termasuk mobilisasi pasukan itu sendiri. Saat terjadi sebuah musibah berskala nasional, Hercules lagi yang terlihat sibuk bolak-balik mengangkut bala bantuan, salah satunya bisa jadi sumbangan dari loe juga lewat jaringan TV. Maka Hercules pun bagi gue bisa menjadi simbol kesatuan Negara.

(lebih…)

Read Full Post »

English translation

Akhir minggu lalu, Sabtu dan Minggu, ada 2 kejadian berbuah hikmah. Sohib gue, istrinya melahirkan setelah 48 jam berjuang menahan mules tak tertahankan. Sabtu malam hari, persalinan normal pun akhirnya terjadi, dengan deliverable bayi 3,8 Kg panjang 50 cm. Sebuah kekuasaan Tuhan telah ditunjukkan dalam proses penciptaan mahluk berlabel manusia, beratribut perempuan.

Tidak sampai 12 jam kemudian, giliran istri gue mendapat berita: neneknya yang berusia 87 tahun, meninggal dunia Minggu dini hari. Di rumahnya. Di sebuah kampung. Di kabupaten Garut. Sebagai cucu kesayangan, bersegeralah istri dan gue berangkat melayat, toll-by-toll menuju Garut dalam rentang waktu cuma 3 jam. Kembali sebuah kekuasaan Tuhan ditunjukan dalam proses pencabutan nyawa manusia sebagai mahluk ciptaan-Nya. [sebuah berita duka di hari ulang tahun perkawinan gue ke 13… hiks…]

(lebih…)

Read Full Post »

English translation

Prolog: note ini adalah bagian terakhir dari 3 sequel Hardiknas… selamat menikmati…

Part 3

4. Kurikulum
Kurikulum pendidikan di Indonesia gue pikir sudah berjalan semestinya. Gue gak bisa bilang sudah baik karena – sama seperti software komputer – setiap tahun harus ada perbaikan versi sesuai tuntutan jaman. Biarlah kurikulum menjadi tugas Departemen Pendidikan Nasional untuk merumuskannya. Toh mereka juga yang harus bertanggungjawab bila output pendidikan kita amburadul

Gue lebih tertarik kepada pembahasan ekstra kurikulum, atau eskul: sebuah kurikulum di luar panduan resmi pemerintah. Contohnya adalah kegiatan Pramuka, Palang Merah, Basket, Futsal, Bela Diri, Pecinta Alam, dan sebagainya. Intinya, murid belajar bersosialisai melalui eskul ini.

(lebih…)

Read Full Post »

English translation

Prolog: note gue ini bagian ke-2 dari 3… dalam sequel ke dua ini lebih kepada supporting utama dalam pendididkan… selamat menikmati…

Part 2

2. perpustakaan
Internet yang sedang loe akses saat baca note gue ini bisa jadi adalah jendela 15″ untuk melihat dunia. Ada Google Earth, Wikipedia, Facebook, dan lainnya yang membuat dunia yang luas, informasi yang banyak, dan teman-teman sekolah dulu yang tersebar ke penjuru dunia, menjadi tampak di depan mata.

Sebelum ada internet, kita ingat sebuah istilah: “Buku adalah jendela Dunia”. Gue setuju 100%. Banyak sekali pemimpin-pemimpin dunia menjadi besar dan berhasil, karena mereka disiplin dan rutin dalam membaca buku. Mereka rata-rata memiliki perpustakaan pribadi di rumahnya.

libraryPendidikan untuk semua yang dicetuskan oleh Ki Hajar Dewantara dan di-execute dalam bentuk “Perguruan Taman Siswa” tahun 1922, adalah sebuah terobosan untuk sebuah bangsa terjajah dan belum merdeka saat itu. Namun saat ini, dimana pendidikan adalah suatu yang umum di Indonesia yang sudah merdeka, belajar dengan buku pelajaran sekolah tidaklah cukup. Harus ada additive lain: perpustakaan pada setiap sekolah.

(lebih…)

Read Full Post »

English translation

Prolog: note gue ini dibagi menjadi 3 part karena memang gue nulisnya dengan skema cicilan namun dengan bunga 0%… hihihi… selamat menikmati…

Part 1

“Sekiranya aku seorang Belanda, aku tidak akan menyelenggarakan pesta-pesta kemerdekaan di negeri yang telah kita rampas sendiri kemerdekaannya. Sejajar dengan jalan pikiran itu, bukan saja tidak adil, tetapi juga tidak pantas untuk menyuruh si inlander memberikan sumbangan untuk dana perayaan itu.

Ide untuk menyelenggaraan perayaan itu saja sudah menghina mereka, dan sekarang kita keruk pula kantongnya. Ayo teruskan saja penghinaan lahir dan batin itu!

Kalau aku seorang Belanda, hal yang terutama menyinggung perasaanku dan kawan-kawan sebangsaku ialah kenyataan bahwa inlander diharuskan ikut mengongkosi suatu kegiatan yang tidak ada kepentingan sedikit pun baginya”.

Ki Hajar Dewantara, dalam koran De Expres, 1913

Hingar bingar Pemilu dan pasca Pemilu Legislatif akhir-akhir ini cukup menyita perhatian rakyat Indonesia, sehingga ada satu hari Nasional yang seakan terlupakan: Hari Pendidikan Nasional, atau biasa disingkat Hardiknas. Gue gak melihat ada pemberitaan tentang Hardiknas ini yang bombastis sebesar pemberitaan tetang koalisi partai, cawapres, maupun pejabat negara yang diindikasikan terlibat dalam sebuah pembunuhan seorang direktur perusahaan.

ki_hajar_dewantaraDalam sejarah kebangsaan – ini mata pelajaran yang gue gak pernah dapat nilai bagus – Hardiknas yang jatuh setiap tanggal 2 Mei adalah hari lahirnya Ki Hajar Dewantara (1899-1959) yang mendirikan sebuah sekolah kerakyatan “Perguruan Taman Siswa” (1922) dan merupakan tonggak dibukanya kesempatan bagi rakyat biasa untuk bisa bersekolah [moga-moga gue gak salah… hihihi…].

Setelah 80 tahunan berselang, saat ini bersekolah pada level dasar, sudah menjadi kewajiban yang ditetapkan oleh pemerintah. Suatu kemajuan yang sangat berarti. Namun mewajibkan warga negara untuk bersekolah saja tidaklah cukup. Pemerintah itu sendiri harus mewajibkan diri sendiri untuk menyediakan infrastruktur di sektor pendidikan sebagai suatu deliverable kepada rakyat indonesia.

(lebih…)

Read Full Post »