Oleh: Ihsan Kusasi | 7 November 2009

Byarr Pet II

Prolog: note ini adalah sequel dari note Byarr Pet gue sebelumnya, namun dalam dimensi dan point of view yang berbeda. Selamat menikmati…

high-voltage1Meningkatnya frekuensi “byarr pet” oleh PLN beberapa bulan ini, membuahkan banyak kekesalan pelanggannya. Hampir tidak ada pembicaraan sesama teman, kecuali diawali dengan pertanyaan “apakah rumah loe mati listrik tadi malam?” Bahkan seorang kawan facebook yang merespon note Byarr Pet gue, yang kebetulan tinggal di Balikpapan, sudah pada taraf kebal atau mati rasa atas pelayanan PLN di kota salah satu penghasil minyak terbesar di negeri ini. Hebat ya? Kok bisa? Balikpapan geto lho… hihihi…

Tiada guna mencari kesalahan PLN, karena sudah jelas memang salah. Tiada guna pula membuang energi marah-marah, kecuali lewat facebook… hihihi… Akan lebih baik bagi kita meresapi, apa hikmah di balik fenomena “byarr pet” ini. Iya, apa hikmah di balik kegelapan yang ditawarkan PLN?

Dua minggu lalu, seorang teman mengundang gue. Hari Sabtu jam sebelas malam. Berarti malam Minggu. Gue sangat antusias, karena dia mengundang gue ke “dunia gelap”. Hmm… adrenaline pumped! Tapi, tunggu dulu…

Baca Lanjutannya…

Oleh: Ihsan Kusasi | 5 November 2009

Byarr Pet

high_voltageIstilah “byarr pet” sudah melekat kepada pelayanan PLN khususnya saat listrik yang disalurkan mati secara tiba-tiba. Walaupun istilah ini tidak terdapat dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia, namun masyarakat sudah akrab dan apabila ada orang yang melontarkannya dalam percakapan sehari-hari, langsung ber-asosiasi negatif kepada PLN (Perusahaan Listrik Negara). Gue sarankan agar PLN segera mem-paten-kan istilah “byarr pet” ini, sebelum negara Malaysia mengklaim sebagai istilah milik mereka… hihihi….

Pada kota-kota besar, seperti Jakarta, listrik sudah menjadi bagian dari kebutuhan pokok warganya. Istilah “sembako” akan memiliki extended version menjadi “sembakorik” — sembilan bahan pokok plus listrik. Iya, sebagian besar life support penduduk Jakarta saat ini sudah tergantung dengan listrik. Sebutkan misal: lampu, kulkas, ac, pompa air, charger hp, komputer, charger notebook, modem internet, dan lain-lain. Paramater yang valid adalah, setiap ada kejadian “byarr pet” di suatu wilayah di Jakarta — serta wilayah lain di Indonesia — langsung aja status facebook-er dengan nada kesal terlontar tertuju kepada PLN. So, tanya kenapa?

Baca Lanjutannya…

Oleh: Ihsan Kusasi | 1 Oktober 2009

Miyabi

Maria Ozawa atau yang terkenal dengan panggilan Miyabi, adalah seorang artis keturunan Jepang (Ibu) dan Canada (Ayah). Gadis yang lahir tahun 1986 ini belum tentu masih “gadis”. Hal ini karena pada tahun 2005, dia telah nekad memasuki industri film sebagai pemeran utama beberapa film kategori AV (adult video, istilah sekarang), atau blue film (istilah dahulu), atau juga bokep (istilah prokem-nya).

HOITSU1SIstilah Miyabi, akhirnya bergeser kepada hal negatif. Padahal, arti dasar Miyabi adalah suatu keindahan, estetika, atau citarasa. Seseorang dengan kemampuan “miyabi” sanggup memberikan kesenangan atas suatu keindahan, baik dalam bentuk yang simple maupun yang detail. Miyabi, adalah bentuk kesempurnaan paduan antara bentuk dan warna. Seperti lukisan seseorang dari Jepang di samping ini.

Selain lukisan, sebuah novel bernuansa Miyabi yang terkenal adalah “Genji Monogatari”. Isi novel yang ditulis oleh Murasaki Shikibu ini bercerita tentang pendewasaan seorang Genji, putra seorang Kaisar, dalam pertumbuhannya. Nilai tertinggi pembentukan culture dari Genji ini adalah sebuah “miyabi”. Tidak saja dalam pembentukan fisik pemuda Genji, namun juga termasuk pembentukan perilaku baik, cara bersikap yang baik, dan rasa peduli ke lingkungan. Dalam hal ini, Miyabi juga diartikan sebagai peningkatan lebih baik dari diri seseorang, sebuah personal refinement.

Baca Lanjutannya…

Tulisan Sebelumnya »

Kategori