Bagi warga Jakarta, Jakmania adalah sebuah “kebanggaan” sekaligus sesuatu yang “menyebalkan”. Iya, Jakmania adalah supporter kesebelasan PERSIJA milik Kota Jakarta. Kebanggan karena begitu banyak dan kompak para supporter PERSIJA ini, dengan seragam dan atribut mereka yang berwarna oranye.
Mereka sangat kompak saat sebuah pertandingan sepakbola kesebelasan PERSIJA berlangsung. Mereka tanpa dikomando akan datang ke lapangan sepakbola memberi dukungan. Mereka masih muda. Mereka energik. Mereka semua oranye.
Menyebalkan karena mereka membuat macet Jakarta. Tidak valid juga apabila mereka disalahkan, karena tanpa adanya Jakmania pun, Jakarta tetap selalu macet! Tapi macet total-closed-loop-locked selama 3 jam malam Minggu kemarin saat pertandingan sepakbola PERSIJA di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, adalah sebuah fenomenal.
Fenomena sosial yang menarik diamati. Fenomena Jakarta. Fenomena Jakmania.


Film terbaru Hollywood “2012″ sangat fenomenal dari sisi antusias penonton. Sampai note ini gue tulis, penonton selalu kehabisan tiket, padahal beberapa bioskop menayangkan sekaligus pada 2 studionya. Bahkan sebuah bioskop di mall daerah Senayan sampai 4 studionya paralel menayangkan film “2012″.